Laporkan Masalah

Perpindahan lokasi pemukiman pengunsi pasca konflik sosial kasus di desa Batumerah kota Ambon

Kumalasari Romeon, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Konflik sosial yang terjadi di Kota Ambon telah menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk untuk mencari keselamatan ke lokasi-lokasi yang menurut mereka aman baik di dalam kota maupun ke luar kota. Atas dasar ini, penelitian dilakukan dengan fokus untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi permukiman tujuan pengungsi di Kota Ambon, peluang terjadinya alih fungsi lahan dari lokasi-lokasi permukiman tujuan pengungsi, analisa faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan lokasi permukiman tujuan pilihan pengungsi di Batumerah Kota Ambon, serta arahan rekomendasi kebijakan dalam penataan ruang permukiman pengungsi di Kota Ambon. Penelitian dengan metode survei ini mengambil kasus pengungsi yang terjadi di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Responden penelitian adalah rumah tangga penduduk yang melakukan perpindahan lokasi tempat tinggal akibat dari konflik sosial (pengungsi). Penentuan sampel dilakukan dengan sampel proporsi berdasar pada lokasi permukiman pengungsi. Jumlah sampel responden adalah 80 KK yakni, 20 KK pada kawasan lindung dan 60 KK pada kawasan permukiman di Desa Batumerah. Data yang dibutuhkan, dikumpulkan dengan; wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan pencatatan data sekunder. Data dianalisa dengan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan konflik sosial berdampak pada tersegregasinya permukiman penduduk menurut agama. Lokasi-lokasi permukiman pengungsi cenderung mengaruh dan tersebar di daerah pegunungan, dengan persentase pengungsi terbanyak berada di kawasan permukiman dibandingkan jumlah pengungsi di kawasan lindung. Oleh karena itu, pada kawasan lindung telah terjadi alih fungsi lahan karena dibangunnya perumahan pengungsi oleh pemerintah daerah sedangkan pada kawasan permukiman terjadi kepadatan ruang yang tinggi karena besarnya jumlah pengungsi yang tinggal di kawasan ini. Dengan demikian perlu adanya pembatasan pembangunan yang disesuaikan dengan fungsi lahan dan kapasitas ruang sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang berkeberlanjutan di Kota Ambon.

The social conflict that happened in Ambon City effect to population migration to looking for safety locations which in town or out town. Therefore, this research focus to identification the refugee destination settlement locations, land conversion probability of refugee destination settlement locations, to analyze the influence factors which determining refugee destination settlement locations optional, and directive to carry out policy recommendation of refugee seulement area ordering in Ambon City. The basic method in this research is survey, take the refuges case at Batumerah Village, Sirimau District, in Ambon City. The research respondents are the refugee households, who did migrated of settlement locations effect of social conflict. Determining sample using proportional sampling based to the refugee settlement locations. Total of respondent is 80 households, divided into two areas. There are 20 households in the conservation area and 60 households in the settlements area at Batumerah Village. The data collected by doing depth interview to respondent with questioner, and recorder secondary data. Cross tabs is used to analyze the data. The results of research show social conflict effect to population settlement segregation according to religions. The refugee settlement locations preference to highlands, have higher refugee percentage in settlement area than the refugee percentage in conservation area. Land conversion was happen in conservation area because the local government was build refugee settlement in this area while high density space was happen in settlement area because many of refugee live in there. Therefore, need for development delimitation that suitable with land function and space capacity. So, sustainability development can be reach in Ambon City

Kata Kunci : perpindahan, pengungsi, konflik sosial, kawasan lindung, kawasan ,migration, refugee, social conflict, conservation area, and settlements area.

  1. S1-2007-161349-abstract1.pdf  
  2. S1-2007-161349-Bibliography.pdf  
  3. S1-2007-161349-TableofContent.pdf  
  4. S1-2007-161349-Title.pdf