Laporkan Masalah

Evaluasi sisa lebih perhitungan anggaran pada perhitungan APBD Kabupaten Ngada Tahun anggaran 1999/2000-2003

REA, Primus Marianus, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA.,Akt

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel dan kontribusi sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu pada perhitungan APBD Kabupaten Ngada dan menghitung sisa kas murni yang merupakan sumber penerimaan pada tahun anggaran berikutnya. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data runtut waktu (time series) sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu dengan bagian sisa kas, sisa UUDP, dan sisa anggaran pembangunan dari tahun anggaran 1999/2000 – 2003. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis, analisis kontribusi, analisis efektivitas penerimaan, dan pertumbuhan masing-masing variabel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tahun anggaran 1999/2000-2003 ratarata efektivitas penerimaan daerah 98,08% sedangkan rata-rata realisasi belanja 84,72%, hal ini menunjukkan terjadi sisa lebih perhitungan selama periode penelitian. Dari hasil penelitian ada 3 variabel sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu pada perhitungan APBD Kabupaten Ngada yaitu sisa kas, sisa UUDP pada bendaharawan, dan sisa anggaran pembangunan (SIAP-Mati). Analisis kontribusi selama periode penelitian menunjukkan variabel sisa kas pada pemegang kas daerah merupakan variabel yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu diikuti sisa pada bendaharawan dan anggaran pembangunan. Selama periode penelitian 1999/2000-2003, menunjukkan bahwa dari dana yang tersedia pada sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu pada perhitungan APBD Kabupaten Ngada, tidak seluruh dana tersebut dapat digunakan sebagai sumber penerimaan pada anggaran tahun berikutnya. Variabel sisa UUDP pada bendaharawan, sisa anggaran pembangunan (SIAP-Mati) dan dana daftar isian proyek lanjutan (DIP-L) merupakan komponen dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu yang tidak bisa digunakan sebagai sumber penerimaan pada tahun anggaran berikutnya. Dengan melakukan penelitian sisa kas pada sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu yang merupakan saldo kas berdasarkan buku kas penerimaan dan pengeluaran (B.IX), diketahui bahwa pada komponen tersebut ada dana DIP-L yang belum dicairkan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kontribusi sisa kas yang dapat dijadikan sumber penerimaan pada tahun anggaran berikutnya adalah 67,8% dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu. Berdasarkan hasil penelitian di atas, sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu dan sisa kas pada B.IX tidak dapat dijadikan sisa lebih yang merupakan sumber penerimaan pada tahun anggaran berikutnya pada kasus yang terjadi di Kabupaten Ngada selama periode penelitian.

This research aim to know variable and rest of more calculation contribution of budget last year at calculation of Ngada Regency’s APBD and calculate the rest of pure cash which represent the source of acceptance in the year next budget. Data that used is secondary data that is time series data of is rest of budget more calculation last year with part of cash rest, rest of UUDP, and development budget remains of budget at 1999 / 2000-2003. Analysis method that used is descriptive analysis, contribution analysis, acceptance effectiveness analysis and growth of each relevant variable. Result of research indicate that during budget year 1999 / 2000-2003 mean of region acceptance efectivity, that is 98,08%, while mean of expense realization is 84,72%. This matter shows that the happening of remains more calculation during period of research. From result of research there are three variable of budget more calculation remainder in the last year at calculation of Ngada Regency APBD is rest of cash, rest of UUDP at treasurer, and development budget remains. The Contribution analysis during period of research show variable of cash remainder at region cashier represent variable which at most giving contribution to budget remains more calculation in the last year followed by the rest of development budget and treasurer. During research period 1999 / 2000-2003, was indicated that from available fund at budget remains more calculation in the last year at Ngada Regency’s APBD calculation , not entire all the fund can be used as the source of acceptance at budget next year . UUDP remainder variable at treasurer, remainder of development budget and continuation approved-project list fund represent component of budget remains more calculation at the last year which cannot be utilized as source of acceptance in the budget next year. By doing research at the cash remainder at budget more calculation remainder at the last year representing cash balance that based on cash receipt journal and expenditure, was known that at that component there is fund of DIP-L which not yet been liquefied. Result of research showed contribution mean of cash remainder that able to be made as the source of acceptance in the next year of budget is 67,8% from budget remains more calculation in the last year. Pursuant to above research result, remains more calculation of last year budget and cash remainder at B.IX cannot be made as remains more representing the source of acceptance in the budget next year at case that happened in Ngada Regency during the research period.

Kata Kunci : anggaran, penerimaan, kontribusi, efektivitas, sisa lebih perhitungan dan anggaran pembangunan, Budget, Acceptance, Contribution, Efectivity, Calculation remainder more, Development Budget


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.