Kajian potensi wilayah kecamatan Sape kabupaten Bima sebagai pusat pertumbuhan
Hardiansyah, Dr. Luthfi Muta'ali, M.T.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini mengkaji posisi potensi Kecamatan Sape dalam lingkungan wilayah perencanaan Kabupaten Bima sebagai pusat pertumbuhan berdasarkan kajian "RTRW 2003-2015" yang pernah disusun oleh Bappeda Kabupaten Bima. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bima dengan mengkaji kepemilikan potensi Kecamatan Sape secara mendalam dengan membandingkannya dengan kecamatan yang lainnya dalam lingkup wilayah perencanaan Kabupaten Bima. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis hirarki sistem kota-kota dengan menggunakan metode scalogram dengan variabel berupa variabel sarana transportasi (mobil, sepeda motor, sepeda dan benhur), fasilitas pendidikan (sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah menengah umum), fasilitas kesehatan (RSB, puskesmas pembantu, puskesmas, dokter praktek, dan apotik), serta fasilitas ekonomi (toko, pasar, rumah makan, hotel, tempat rekreasi, bank, pegadaian, dan kantor pos). Analisis potensi interaksi wilayah dengan wilayah pusat pertumbuhan di atasnya baik dari segi jarak (Km) dan biaya (Rp). Analisis interaksi wilayah dari segi jarak dan biaya ini merupakan penggunaan model gravitasi yang menggunakan variabel berupa jumlah penduduk, jarak atau biaya, luas wilayah dan sarana transportasi yang tersedia. Analisis sektor basis mata pencaharian penduduk yang ada di setiap kecamatan, menggunakan metode location quotient dengan menggunakan variabel berupa jumlah penduduk yang bermata pencaharian di setiap sektor sektor ekonomi (pertanian, pertambangan, industri, konstruksi, perdagangan dan pengangkutan). Untuk analisis penentuan pusat pertumbuhan wilayah yang sesuai untuk setiap kawasan menggunakan overiay terhadap peta-peta hasil analisis data hirarki sistem kota-kota, kelas besaran potensi interaksi wilayah, dan kecamatan-kecamatan yang penduduknya memiliki lebih dari satu sektor mata pencaharian, yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengkaji potensi wilayah yang dimiliki Kecamatan Sape di lingkungan perencanaan Kabupaten Bima. Hasil analisis berdasarkan metode yang diungkapkan di atas terhadap variabel menunjukkan, bahwa Kecamatan Sape layak serta bisa dijadikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan di lingkungan Kabupaten Bima, karena memiliki hirarki sistem kota-kota yang tinggi (hirarki I) dari segi kepemilikan fasilitas dan sarana dan prasarana dengan total jenis sebanyak 28 jenis dan 1217 unit yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan yang lain. Kecamatan Sape juga berdasarkan hasil analisis potensi interaksi wilayah masuk pada kelas potensi interaksi yang sedang terhadap pusat pertumbuhan Kota Bima baik dari segi jarak maupun biaya. Sektor basis mata pencaharian yang ada di Kecamatan Sape juga lebih dari satu sektor pekerjaan yang terdiri dari sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor industri serta sektor perhubungan, pengangkutan, penyeberangan. Setelah dilakukan overlay terhadap peta, maka didapatkan bahwa Kecamatan Sape layak untuk dijadikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan bagi Kawasan Timur wilayah perencanaan Kabupaten Bima.
This research is studying position of potency Subdistrict Sape in regional planning Regency Bima as center of growth pursuant to study "RTRW 2003-2015" what have been compiled by Bappeda Regency Bima. This Research is conducting in Regency Bima with studying the ownership of potency Subdistrict Sape exhaustively compared with subdistrict of the other in regional scope planning of Regency Bima Technique of analysis used in this research is analysis hierarchy system of town by using method of scalogram with variable in the form of variable of transportation medium (car. motorbike, bicycle and benhur), education facility (junior high school and senior high school), health facility (RSB, ministrant puskesmas, puskesmas, practice doctor, and the dispensary), and also the economic facility (shop, market, restaurant, hotel, recreation place, bank, pawnship office, and the post of fice). Analyse potency of regional interaction regionally center above growth is good the than facet apart (Km) and expense (Rp). Analyse regional interaction from facet apart and this expense represent use model gravitation using variable in the form of resident amount, apart or the expense, regional wide and medium of transportation which is made available. analysis Sector of bases living resident exist in each, every subdistrict, using method of location quotient by using variable in the form of amount resident which have living to each every economic sector sector (agriculture, mining. industrial, construction, commerce and transportation). To analyse determination center appropriate regional growth to each every area use overlay to map result of analysis data hierarchy of town system, class potency of regional interaction, and the subdistrict which resident own more than one living sector, later continued by using descriptive analysis to study potency of region owned Subdistrict of Sape in regional planning of Regency Bima. Result of analysis pursuant to method which laid open above to variable show, that Subdistrict competent Sape and also can be made as one of center of growth in environment of Regency Bima, because owning hierarchy system of high town (hierarchy 1) from facet is ownership of facility and medium and prasarana totally is type as much 28kinds and 1217 unit of much higher compared by a other subdistrict. subdistrict of Sape also pursuant to result analyse potency of regional interaction enter at class potency of interaction which to center of growth Town of good Bima from facet apart and also the expense. Sector bases of living exist in Subdistrict Sape also more than one sector of work consisted of agricultural sector, mining sector, industrial sector and also the communication sector, transportation, crossing. After done overlay to map, hence got by that Subdistrict competent Sape to be made by as one of center of growth for regional east planning of Regency Bima.
Kata Kunci : Hirarki sistem kota-kota, Potensi interaksi wilayah, sektor basis mata pencaharian penduduk, Pusat pertumbuhan,Town system hierarchy, Regional interaction potency, Resident living bases sector, Center of growth