Status Imun Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Terhadap Infeksi HSV (Herpes Simplex Virus) DI RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta Pada Bulan Desember 1997-Maret 1998
Nur Falakhis Shoima, dr. Praseno ; dr. Achmad Djunaidi, SU
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPrevalensi herpes genitalis bertambah selama tiga dekade terakhir ini. Berdasarkan penelitian sebelumnya jumlah pembawa kuman pada wanita ternyata sangat tinggi. Mereka asimptomatis tetapi merupakan sumber penularan. Infeksi HSV vyang asimptomatik dapat meningkatkan resiko terjadinya penularan pada individu yang peka. Penelitian ini dilakukan, dengan tujuan memberikan secara deskriptif data yang menunjukkan terinfeksi dan tidak terinfeksinya wanita usia 20-40 tahun akan HSV di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan distribusi frekuensi penderita HSV (dengan kriteria umur diatas) menurut golongan umur. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan serologis, yaitu pemeriksaan antibodi Ig G dan Ig M spesifik anti HSV dengan cara indirect immunofluorescent. Apabila sampel serum positif akan tampak sel berwarna hijau terang dan sebaliknya bila sampel serum negatif. Hasil penelitian. Dari 50 sampel serum yang telah diperiksa ditemukan 6 orang (12%) terinfeksi HSV, dengan pemeriksaan Ig G positif. Sebanyak 44 orang(88%) tidak terinfeksi HSV dengan tidak ditemukan sel dengan penampakan hijau apel. Dari 6 orang yang terinfeksi tersebut, 2 orang (33,%) terinfeksi akut ditunjukkan dengan pemeriksaan Ig M positif dan 4 orang (66,67%) telah 1lama terinfeksi HSV, kemungkinan laten atau rekuren.
Kata Kunci : herpes genitalis; HSV