Laporkan Masalah

Hubungan Antara Temperatur Dan Kelembaban Udara Terhadap Frekuensi Tinea Kruris Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 1990-1991

Komang Gede Budiadi, Dr. Tantari SHW ; Dra. Budi Mulyaningsih, Apt., SU

1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Suatu penelitian retrospektif telah dilakukan terhadap 793 penderita Tinea Kruris vang berobat di Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RSUP DR. Sardjito Yogyakarta selama 2 tahun terhitung sejak 1 Januari 1990 sampal dengan 31 Desember 1991. Tujuan utama penelitian adalah mengetahui apakah perubahan suhu dan kelembaban udara mempengaruhi timbulnya Tinea Kruris. Variabel penelitian meliputi besar subu udara rata-rata tiap bulan dalam °C dan kelembaban udara rata-rata tiap bulan dalam (%) sebagai variabel bebas, sedangkan frekuensi Tinea Kruris sebagai variabel terikat. Perhitungan statistik dipakai analisa korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan balwa Tinea Kruris mendudukl peringkat atas dalam hal jumlah penderita, laki-laki (72,6%) lebih banyak mendapat Tinea Kruris dibandingkan dengan wanita (27,4%), Tinea Kruris lebih banyak menyerang golongan umur dewasa muda (43,20%) dan dewasa (41,04%). Dengan anilisis korelasi Product Momment, ternyata tidak ada hubungan yang bermakna antara suhu udara dengan frekuensi Tinea Kruris, dan terdapat hubungan yang bermakna antara kelembaban udara dengan frekuensi Tinea Kruris. Perlunya diadakan penelitian lebih lamjut yang menggunakan variabel lain yang dianggap sebagai predisposisi timbulnya infeksi Tinea Kruris, sehingga dapat membantu penatalaksanaan penyakit ini dengan lebih baik.

Kata Kunci : Tinea kruris, temperatur, kelambaban udara

  1. S1-FKU-1994-KomangGedeBudiadi-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1994-KomangGedeBudiadi-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1994-KomangGedeBudiadi-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1994-KomangGedeBudiadi-Title.pdf