Laporkan Masalah

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di desa candirejo kecamatan Borobudur kabupaten Magelang

Monika Lusiana Silalahi, Drs. M. Baiquni, M.A.; Drs. Sujali, M.S.

2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini berjudul Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana upaya masyarakat Desa Candirejo memanfaatkan potensi sumberdaya alam dan budaya untuk dikembangkan menjadi kegiatan parawisata dengan melaksanakan konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) dasar pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Candirejo, 2) proses pelaksanaan pengembangan Desa Wisata Candirejo, dan 3) besar keuntungan ekonomi yang diperoleh masyarakat setempat dari kegiatan pariwisata. Penelitian dilaksanakan di Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan merupakan gabungan penelitian kualitatif-kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi sepanjang Januari 2002-April 2004, diskusi kelompok terarah dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Candirejo adalah adanya potensi alam dan budaya yang beragam dan kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengembangan. Variasi bentang alam berupa perbukitan dan dataran menjadi atraksi utama desa ini. Atraksi utama tersebut adalah pemandangan alam dari Dusun Butuh-Watu Kendil dan Sungai Progo. Selain itu, masyarakat masih menjalankan berbagai ritual budaya dan memiliki berbagai jenis kesenian daerah setempat. Prinsip-prinsip dasar pengembangan pariwisata Desa Candirejo terangkum dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Desa Candirejo (RIPPDes). Penelitian juga mengungkapkan bahwa desa ini telah menjadi Desa Wisata Binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang sejak tahun 1999. Akan tetapi pengembangan kegiatan pariwisata dengan proses pelibatan dan partisipasi masyarakat baru dimulai pada saat pelaksanaan NRM-LCE Project sepanjang Januari 2002-Desember 2004. Masyarakat membentuk Koperasi Desa Wisata Candirejo sebagai pengelola kegiatan pariwisata. Kelompok-kelompok masyarakat/ para pihak kegiatan pariwisata seperti Paguyubar Pemilik Homestay, Pemandu Lokal, Pertanian Organik, Andong, Kerajinan, Pengelola Katering, Kesenian bergabung dalam lembaga pengelola ini. Sepanjang tahun 2003-2004 terdapat peningkatan keuntungan ekonomi dan jumlah wisatawan. Kendala-kendala juga muncul selama proses pengembangan, diantaranya keterbatasan sumber air, keterampilan sumberdaya manusia yang terbatas, jumlah partisipasi masyarakat yang cenderung menurun, kurangnya pengalaman dan pengetahuan tentang pengelolaan kegiatan pariwisata dan akses pasar yang masih terbatas.

Title of this research is Community Based Tourism Development in Candirejo Village, Borobudur Sub district. Research tries to answer the question, how the Candirejo community using the natural and cultural resources for tourism activities by doing community based tourism. The aims are: 1) to know base of community based tourism development in Candirejo Village, 2) to know process of developing tourism did in Candirejo Village, and 3) to know economic benefit which gathered by local people from tourism activities. The research held in Candirejo Village, Borobudur Sub district, Magelang Regency, Central Java. Qualitative-Quantitative Research used as the methodology research. Data collecting did by observation from January 2002-December 2004, focussed group discussion and literature study. Result of research shows that base of community based tourism in Candirejo Village is the existing of natural and cultural resources variation and willingness of community to participate in developing process. Kinds of landscape variations are hilliness and plain being the main attraction of this village. The main attractions are landscape scenery from Dusun Butuh-Watu Kendil and Progo River. Meanwhile, community still applying many of cultural traditions and have many kinds of local dance. Principles of tourism development in Candirejo Village wrote on Master Plan of Tourism Development Candirejo Village. Research also shows that this village was being Tourism Village by Tourism Office Magelang Regency since 1999. However development of tourism activities with the local people participation newly begins at the implementation of NRM-LCE Project from January 2002-December 2004. Community then forming an institution management of tourism activities named Koperasi Desa Wisata Candirejo. Community groups/ tourism stakeholders like Owners Homestay Group, Local Guide Group, Organic Farm Guide, Andong Guide, Crafter Group, Catering Group and Art Group fused into this institution. The economic benefit increased from 2003-2004 and also with the tourists visit. Constraints arisen as long as process of developing, such as: limitation of water resources, liinitation of human resources skill, descending of community participation, limitation of experience and knowledge about management tourism activities, and lack of market access.

Kata Kunci : Pengembangan Desa wisata,Borobudur,Magelang,Jawa Tengah

  1. S1-2006-105775-Abstract.pdf  
  2. S1-2006-105775-Bibliography.pdf  
  3. S1-2006-105775-TableofContent.pdf  
  4. S1-2006-105775-Title.pdf