Laporkan Masalah

Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pembangunan antar Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, 1994-2003

BASTIAN, Ady, Dr. Budiono Sri Handoko, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pola dan struktur perekonomian Kalimantan Barat berdasarkan tipologi daerah kabupaten/kota; (2) besarnya ketimpangan pembangunan ekonomi antarkabupaten/kota di Kalimantan Barat; serta (3) melihat secara umum pengaruh realisasi belanja pembangunan, investasi, dan panjang jalan terhadap ketimpangan pembangunan antarkabupaten/ kota. Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain adalah : (1) sebagai bahan informasi dan masukan baik bagi pemerintah Propinsi Kalimantan Barat maupun pemerintah kabupaten/kota dalam menyusun perencanaan pembangunan yang sesuai dengan tipologi pembangunan serta karakteristik masing-masing daerah serta (2) menambah khasanah kepustakaan sebagai sumber referensi untuk pengembangan dan penyempurnaan penelitian sejenis di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota yang diteliti tidak satupun kabupaten/kota termasuk dalam klasifikasi daerah maju dan cepat tumbuh. Empat kabupaten/kota termasuk dalam klasifikasi daerah berkembang cepat, yakni Kabupaten Sanggau, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sintang. Dua kabupaten/kota termasuk dalam klasifikasi maju tertekan, yakni Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak, sedangkan 4 (empat) kabupaten lainnya masuk dalam klasifikasi relatif tertinggal, yakni Kabupaten Sambas, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Landak dan Kabupaten Ketapang. Ketimpangan pembangunan antarkabupaten/kota di Kalimantan Barat selama tahun 1994 – 2003 relatif besar, hal ini ditunjukkan oleh indeks Williamson yang berkisar antara 0,49 – 0,56 atau rata-rata sebesar 0,52 meskipun trend ketimpangan menunjukkan penurunan selama periode penelitian khususnya antara tahun 1997 dan 2000. Ketimpangan pembangunan antarkabupaten/kota yang tercermin dari pendapatan per kapita secara signifikan dipengaruhi oleh faktor realisasi belanja pembangunan, investasi dan jumlah panjang jalan di masing-masing kabupaten/kota.

The aim of this research is to describes : (1) pattern and economics structure of West Kalimantan based on regional area typology; (2) the level of economic development disparity between regency/city in West Kalimantan; and also (3) the influence of the realized development expenditure, private investment, and length of the road to development disparity between regency/city. The expected benefit of this research is : (1) as input and information both for province and regency/city government in compiling the development planning matching with development typology and characteristic of each area, and (2) enrichment the reference source for advance and completion the same kind of research in the future. The results of research indicate that among 10 (ten) of regencies/cities, no one of them is classified in advance and quick growing area. Four regencies/cities classified quick expanding, they are Sanggau Regency, Singkawang City, Bengkayang Regency and Sintang Regency. Two regencies/cities included in classification of growing but depressed, they are Pontianak City and Pontianak Regency, while others 4 (four) regencies/cities are in classified as relative backward. They are Sambas Regency, Kapuas Hulu Regency, Landak Regency and Ketapang Regency. The development disparity between regency/city in West Kalimantan during 1994 – 2003 is relatively high, as shown by Williamson indices from 0,49 to 0,56 or 0,52 average, although it show decreasing trend during period of research specially among 1997 and 2000. The development disparity between regency/city which is shown by income per capita is significantly influenced by realized development expenditure, private investment and length of the road in each regency/city.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Kesenjangan Antar Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.