KARAKTERISTIK MESIN BENSIN 4 LANGKAH DENGAN SEQUENTIAL IGNITION
Anjar Nurhadi, Dr. Ir. Jayan Sentanuhadi, S.T. M.Eng., IPU., ASEAN .Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINSebuah internal combustion engine (ICE) dikenal sebagai salah satu jenis mesin yang memiliki efisiensi pembakaran yang cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang berlangsung tidak sempurna di dalam mesin. Efisiensi pembakaran yang rendah ini menyebabkan berbagai permasalahan antara lain, keluaran daya yang tidak optimal sampai masalah lingkungan yaitu polusi oleh gas hidrokarbon yang tidak terbakar dengan sempurna. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas pembakaran dan prestasi dari mesin tersebut adalah dengan menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan dual spark plug ignition yang memanfaatkan dua buah busi dalam satu ruang bakarnya. Pengembangan sistem ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan mesin bensin 4 langkah berkapasitas 125 cc, 1 silinder. Pengubahan pada mesin ini adalah dengan menambahkan 1 buah busi ke dalam sistem pengapiannya sehingga diperoleh mesin dengan dual spark plug ignition. Pengujian mesin dilakukan dengan pengambilan data prestasi mesin yang meliputi torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar spesifik pada rentang putaran mesin mulai 4250 rpm – 8250 rpm untuk mesin standar dengan interval kenaikan putaran sebesar 250 rpm. Sedangkan untuk mesin dengan dual ignition adalah 2500 rpm – 7000 rpm dengan interval kenaikan putaran sebesar 500 rpm. Pada kondisi dual ignition, selisih derajat pembakaran pada tiap busi diatur pada 0°, -2°, +2°, dan +5° terhadap busi primer. Pada pengujian mesin ini diambil kesimpulan bahwa torsi terbesar adalah 10,7 N, daya terbesar pada 9,33 hp, dan konsumsi bahan bakar spesifik terendah adalah 0,1325 kg/kW-jam. Semua hasil tersebut diperoleh pada mesin dual ignition pada kondisi +5° terhadap busi primer. Hal ini menunjukkan bahwa mesin dengan dual ignition system memiliki karakteristik mesin yang lebih baik dibandingkan dengan mesin single ignition.
An internal combustion engine is known as an engine which has low combustion efficiency. This condition caused by incomplete fuel combustion in the combustion chamber. Low combustion efficiency will cause many problems related to its engine such as low engine power and environment issue such as air pollution that is caused by unburned hydrocarbon. In order to increase the quality of its combustion is by using a system which is called as dual spark plug ignition system. This system is using two spark plugs in one combustion chamber as a source of energy. This research was done in a laboratorial scale by using single cylinder 4 stroke engine with 125 cc in capacity. A spark plug was added to its combustion chamber to modify this engine to become dual ignition engine. This engine was tested in different condition to provide some data such as torque, power, and specific fuel consumption at 4250 rpm – 8250 rpm for single spark ignition engine with raising interval for each step was 250 rpm. Meanwhile, for dual spark ignition engine, the engine itself was tested in 2500 rpm – 7000 rpm with raising interval for each step was 500 rpm. In dual ignition engine test, the secondary spark plug was set at 0°, -2°, +2°, and +5° related to the primary spark plug. Result of this research are the maximum torque that can be provided by the engine is 10,7 N, the maximum engine power is 9,33 hp, and the lowest engine fuel specific consumption is 0,1325 kg/kW-hour. Those results are provided by dual ignition engine system at +5° of secondary spark plug related to primary spark plug. The results show that dual ignition engine has a better engine characteristic than single spark plug ignition engine.
Kata Kunci : mesin bensin, 4 langkah, dual ignition, karakteristik mesin