Pengaruh Konsentrasi Infusa Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) sebagai Self-Disinfectant pada Manipulasi Material Cetak Alginat terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Streptococcus sanguinis
Nurizka Amanda, Dr. drg. Friska Ani Rahman, M.DSc; Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Material cetak alginat dapat menjadi perantara
penyebaran Streptococcus sanguinis (S. sanguinis). Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung senyawa
antibakteri seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang
berpotensi menghambat bakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh
konsentrasi infusa daun sirih hijau sebagai self-disinfectant
pada manipulasi material cetak alginat terhadap daya hambat pertumbuhan S. sanguinis.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental
laboratoris. Streptococcus sanguinis
dikultur pada media Brain Heart Infusion
Broth dan diinkubasi 24 jam. Infusa dibuat dengan memanaskan 100 gram (g)
daun sirih hijau dan 100 mililiter (ml) akuades steril dengan pemanasan tidak
langsung, kemudian diencerkan menjadi konsentrasi 25?n 50%. Alginat
dimanipulasi menggunakan infusa konsentrasi 0%, 25%, dan 50?ngan rasio 5 g
bubuk dan 9 ml infusa, kemudian dibentuk cakram. Cakram alginat diletakkan pada
media Nutrient Agar yang telah
diinokulasi S. sanguinis dan
diinkubasi 24 jam. Daya hambat bakteri dinilai berdasarkan pengukuran diameter
zona hambat di sekitar cakram dalam satuan milimeter (mm). Data dianalisis
menggunakan uji ANAVA satu jalur, dilanjutkan dengan uji Post Hoc Games-Howell.
Hasil penelitian menunjukkan infusa daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. sanguinis, ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 25?n 50%. Uji ANAVA satu jalur menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok (p<0><0><0>Post Hoc Games-Howell menunjukkan hanya konsentrasi 0?n 50% yang berbeda signifikan (p<0>self-disinfectant pada manipulasi material cetak alginat berpengaruh dalam memperbesar daya hambat pertumbuhan S. sanguinis.
Alginate
impression material can serve as a medium for the transmission of Streptococcus sanguinis. Green betel
leaf (Piper betle L.) contains
antibacterial compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and essential
oils that have the potential to inhibit bacterial growth. This study aimed to
determine the effect of green betel leaf infusion concentration as a
self-disinfectant during alginate impression material manipulation on the growth
inhibition of S. sanguinis.
This
study was a laboratory experimental research. Streptococcus sanguinis was cultured in Brain Heart Infusion Broth
and incubated for 24 hours. The infusion was prepared by heating 100 g of green
betel leaves and 100 ml of sterile distilled water using indirect heating, then
diluted to concentrations of 25% and 50%. Alginate was manipulated using
infusion concentrations of 0%, 25%, and 50% with a ratio of 5 g powder and 9 ml
infusion, then formed into discs. Alginate discs were placed on Nutrient Agar
inoculated with S. sanguinis and
incubated for 24 hours. Bacterial inhibition was assessed by measuring the diameter
of the inhibition zone around the discs in millimeters. Data were analyzed
using one-way ANOVA followed by the Games-Howell post-hoc test.
The results showed that green betel leaf infusion exhibited antibacterial activity against S. sanguinis, indicated by the formation of inhibition zones at 25% and 50% concentrations. The one-way ANOVA revealed significant differences among groups (p<0>p<0>S. sanguinis.
Kata Kunci : Piper betle, infusa daun sirih hijau, self-disinfectant, alginat, Streptococcus sanguinis, antibakteri, zona hambat