Laporkan Masalah

Problematika Modernitas Masyarakat Kairo dalam Novel Sikkatu al-Manasarati Karya Muhammad Jibril: Analisis Masyarakat Risiko

Nur Desyanti Sukisman, Dr. Mahmudah, S.S., M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap problematika modernitas masyarakat Kairo yang direpresentasikan dalam novel Sikkatu al-Manasarati karya Muhammad Jibril melalui teori masyarakat risiko Beck. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis teks novel sebagai data primer dan menyejajarkannya dengan kondisi sosial Mesir. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernitas yang digambarkan dalam novel tidak hanya menghadirkan kemajuan, tetapi juga menciptakan risiko sosial, ekonomi, budaya, dan mental yang dialami masyarakat al-Manasarah. Risiko sosial tampak melalui ketegangan keluarga, hilangnya fungsi rumah sebagai ruang keakraban, serta ketimpangan kelas sosial. Risiko ekonomi muncul melalui dominasi pasar impor yang menyebabkan lenyapnya lapangan kerja tradisional. Risiko budaya tampak melalui modernisasi ruang, seperti maraknya proyek pembangunan dan kemajuan teknologi yang menghapus jejak budaya dan menggeser seni rakyat. Risiko mental tampak melalui kehidupan generasi tua yang kehilangan identitas akibat perkembangan zaman. 

Modernitas refleksif dalam penelitian ini menunjukkan adanya kesadaran individu dalam memaknai kehidupan. Refleksivitas muncul ketika pengalaman hidup, tekanan ekonomi, dan perubahan struktur sosial mendorong individu meninjau kembali posisi mereka hingga menyusun strategi hidup yang lebih mandiri. Dalam konteks ini, pekerjaan tidak lagi dipilih berdasarkan tatanan tradisional, tetapi berdasarkan pertimbangan rasional mengenai kapasitas diri dan peluang yang tersedia. Pendidikan, mobilitas, dan perubahan profesi menjadi unsur penting dari individualisasi yang membentuk kehidupan baru. Penelitian ini juga memperlihatkan adanya efek bumerang modernitas. Modernitas yang semula membuka peluang baru justru kembali menghadirkan efek bumerang ketika arus produk impor, perubahan pola konsumsi, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menekan stabilitas ekonomi yang sebelumnya terbentuk. Dengan demikian, perubahan pasar menciptakan ketidakpastian dan usaha kecil sulit bertahan.

This study aims to reveal the problems of modernity experienced by Cairo’s society as represented in Muhammad Jibril’s novel Sikkatu al-Manasarati, analyzed through Beck’s risk society theory. This research employs a qualitative descriptive method by examining the novel’s text as the primary data and aligning it with Egypt’s social conditions.

The findings show that the modernity depicted in the novel not only brings progress but also produces social, economic, cultural, and psychological risks faced by the people of al-Manasarah. Social risks are reflected in family tensions, the loss of the home as a space of intimacy, and increasing class inequality. Economic risks emerge through the dominance of imported goods, which leads to the disappearance of traditional jobs. Cultural risks appear through spatial modernization such as the rise of construction projects and technological advancement which erases cultural traces and pushes aside folk arts. Psychological risks can be seen in the lives of the older generation, who experience identity loss as a result of rapid societal changes.

Reflexive modernity in this study illustrates the emergence of individual awareness in interpreting one’s life. Reflexivity arises when life experiences, economic pressures, and changes in social structures compel individuals to reassess their positions and construct more autonomous life strategies. In this context, work is no longer chosen according to traditional structures, but based on rational considerations related to personal capacities and available opportunities. Education, mobility, and occupational shifts become essential elements of individualization that shape new forms of life. This study also reveals the boomerang effect of modernity. Modernity, which initially creates new opportunities, ultimately brings new risks when the influx of imported products, shifts in consumption patterns, and increasing foreign investment undermine previously established economic stability. Consequently, small businesses struggle to survive, and market changes generate widespread uncertainty.

Kata Kunci : masyarakat risiko, modernitas, Muhammad Jibril, novel Mesir, sosial-budaya

  1. S2-2025-530725-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530725-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530725-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530725-title.pdf  
  5. S2-2026-530725-abstract.pdf  
  6. S2-2026-530725-bibliography.pdf  
  7. S2-2026-530725-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2026-530725-title.pdf