PERILAKU PENYERAPAN AIR DARI KOMPOSIT BIS-GMA/TEGDMA/CLAY PADA MEDIA ASAM
Alfian Adi Nurrahman, Prof. Dr. Ir. Kusmono., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINBerbagai material penguat pada resin komposit tambal gigi telah dikenal antara lain silica, barium oxide dan sebagainya. Clay telah digunakan sebagai material penguat nanokomposit namun penggunaannya sebagai penguat tambal gigi belum digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan clay terhadap kekuatan tarik, kekuatan bending dan kekuatan tekan komposit Bis-GMA/TEGDMA/clay. Selain itu, untuk mempelajari perilaku penyerapan air dan pengaruhnya dari komposit Bis-GMA/TEGDMA/clay pada media sprite terhadap kekuatan tarik, kekuatan bending dan kekuatan tekan dari nilai koefisien difusinya. mencampur Pembuatan komposit Bis-GMA/TEGDMA/clay diawali dengan cara resin triethylene glycol dimethacrylate (TEGDMA), dimethylaminoethylmethacrylate (DMAEMA), dan camphorquinone (CQ) dengan clay dimana kandungan clay divariasi dari 0; 0,5; dan 1 wt%. Campuran resin dan clay diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer pada suhu 60?C selama 3 jam. Selanjutnya ke dalam campuran resin, ditambahkan resin bisphenol a glycol dimethacrylate (Bis-GMA) dan butyl hydroxyl toluene (BHT)kemudian diaduk pada suhu 60?C selama 1 jam.Campuran dituang ke dalam cetakan spesimen uji dan dikeraskan dengan menggunakan peralatan light curing selama 1 menit. Komposit Bis-GMA/TEGDMA/clay yang telah mengeras disiapkan untuk proses perendaman dalam media sprite dengan pH 4,2. Proses perendaman dilakukan sampai komposit Bis-GMA/TEGDMA/clay menjadi jenuh. Komposit Bis GMA/TEGDMA/clay yang sudah jenuh dievaluasi melalui serangkaian pengujian mekanis antara lain uji tarik, uji bending dan uji tekan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kandungan 0,5 % clay meningkatkan sifat mekanis komposit yaitu kekuatan tarik, kekuatan bending, dan kekuatan tekan. Tetapi penambahan clay yang berlebih dapat menurunkan sifat mekanis, karena terjadi penggumpalan clay. Struktur eksfoliasi terbentuk saat terjadi peningkatan kekuatan, dan struktur interkalasi terjadi pada saat penurunan kekuatan mekanis komposit. Penyinaran komposit tambal gigi untuk minuman asam dapat menyebabkan peningkatan koefisien difusi, penyerapan air dan parameter yang dapat mempercepat proses degradasi dan dengan demikian mengurangi masa hidup restorasi komposit kelarutan
Kata Kunci : kandungan clay, resin Bis-GMA, TEGDMA, sifat mekanis.