Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus
Afdilla Hamni, Prof. dr. A.H. Asdie, DSPDKE ; dr. Wahyu Danawati
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANUlkus diabetik merupakan salah satu komplikasi dari Diabetes Melitus yang paling ditakuti karena dapat menyebabkan cacat bahkan kematian. Prevalensi ulkus diabetik didapatkan lebih banyak di negara maju, yaitu sebesar 2-4 %.Prevalensi yang tinggi itu disebabkan kurangnya pengetahuan penderita akan penyakitnya, kurangnya perhatian dokter terhadap komplikasi ini, serta rumitnya cara pemeriksan yang ada untuk mendeteksi penyakit ini secara dim. Ulkus diabetik imi merupakan manifestasi beberapa faktor risiko yang saling berkaitan. Sehubungan masalah ini para ahli berpendapat diperlukannya suatu kerjasama antar para ahli untuk merumuskan cara yang optimal dalam usaha mencegah komplikasi dengan cara menentukan faktor-faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya ulkus diabetik ini dan memperbaiki cara pengendaliannya. Tujuan penelitian ini adalaah mengetahui faktor- faktor risiko terjadinya ulkus diabetik pada penderita Diabetes mellitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kepustakaan dalam menangani penderita ulkus diabetik. Penelitian ini menggunakan rancangan case control. Dan yang menjadi subjek penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus dengan komplikasi ulkus diabetik yaitu sebanyak 40 orang, dan pasien Diabetes Mellitus tanpa komplikasi ulkus diabetik yaitu sebanyak 120 orang yang dirawat inap di bangsal Unit Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito priode tahun 1996 - 1997 Data diambil dengan melihat status medik penderita dengan kriteria data yaitu jenis kelamin, umur, kadar gula darah, status gizi, lama menderita DM, status sosial ekonomi dan tingkat pendidikan Data yang diperoleh diuji dengan analisa deskriptif (OR), dan dilanjutkan dengan uji statistik (Chi-Squares). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risitko yang bermakna terhadap kejadian ulkus diabetik hanyalah kadar gula darah yang tidak terkontrol (p<0,05) dengan OR=2,29. Sedangkan variabel yang lain yaitu jenis kelamin, usia status gizi, lama menderita, status sosek dan tingkat pendidikan tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna (p>0,05), hanya variabel ini memiliki kecenderungan meningkatkan angka kejadian ulkus diabetik pada penderita Diabetes Mellitus.
Kata Kunci : ulkus diabetik, diabetes mellitus