Kebutuhan pangan beras di propinsi Jawa Tengah tahun 2005-2015
Johan Fauzi, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.; Agus Joko Pitoyo, S.Si.,M.Si.
2006 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANpeningkatan jumlah penduduk maka kebutuhan akan pangan juga mengalami peningkatan. Keadaan ini bisa menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan produksi pangan terutama beras yang merupakan makanan pokok di Indonesia dan Jawa Tengah pada khususnya. Produksi pangan yang rendah sementara kebutuhannya terus meningkat akan mengganggu ketahanan pangan yang berakibat pada kekurangan pangan. Keadaan ini tidak boleh terjadi karena dapat menghambat proses pembangunan yang diakibatkan oleh sumber daya manusia yang lemah karena kurang pangan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membandingkan antara kebutuhan beras dengan kemampuan produksi pangan beras di Jawa Tengah pada kurun waktu tahun 2005 sampai dengan tahun 2015. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan pendekatan kebutuhan beras rata-rata per kapita per tahun dari Bungaran Saragih. Dari hasil penelitian diperoleh kebutuhan pangan beras di Propinsi Jawa Tengah pada kurun waktu tahun 2005 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Pada kurun waktu tahun tersebut, produksi pangan beras Popinsi Jawa Tengah masih mampu memenuhi kebutuhan pangan beras penduduknya, walaupun demikian masih harus tetap diwaspadai kemungkinan kekurangan pangan dengan melihat kenaikan jumlah kebutuhan pangan beras akibat kenaikan jumlah penduduk. Jalan keluar dari masalah ini tidak lain adalah dengan meningkatkan produksi pangan sehingga terjadi suatu keseimbangan antara permintaan dan persediaan. Walaupun Propinsi Jawa Tengah mengalami surplus beras sampai dengan tahun 2015, ada beberapa kabupaten yang mengalami minus beras. Kabupaten yang mengalami minus atau kekurangan beras adalah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kendal, Semarang (termasuk kota). Magelang (termasuk kota), Kudus dan Jepara. Kekurangan beras di suatu wilayah ini lebih dikarenakan oleh penigkatan jumlah penduduknya karena produksi pangan di suatu daerah relatif stagnan. Sementara itu kabupaten-kabupaten yang minus dapat dipenuhi oleh daerah yang surplus.
Food occupies the very basic human needs. The demand of food is following the growth of population. This fact will cause a problem when it is not followed with the increasing of food production, especially rice as the main food in Indonesia especially in Central Java. The low production of food and demand keeps increasing, that will disturb the Food Security and cause the lack of food. This circumstance must be avoided since it may inhibit the development process by the lack of food affecting to the weak human resources. The main purpose of this research is to compare between the need and production of rice in Central Java for the period 2005 to 2015. This research used two approaches, Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) and average need of rice (per person per year) by Bungaran Saragih. This research resulted, the need of rice in Central Java Province is increasing for the period of 2005 to 2015 together with the increasing growth of population. In that period, Central Java Province is still able to cover the need of rice for its population. However, it must concern on the lack of food possibility regarding the increased need of rice caused by population growth. The solution of this problem is nonetheless but increasing food productin then equilibrium of supply and demand is met. Eventhough Central Java Province has a rice surplus until 2015, there are still several residences having minus or lack of rice. These minus residences are Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kendal, Semarang, Magelang, Kudus and Jepara. The lack of food in the region is mostly caused by the increasing of population since the food production is relatively stagnant. Meanwhile the minus residences are fulfilled by the surplus residences.
Kata Kunci : Pangan, Kebutuhan Pangan, Produksi Pangan, Surplus, Minus,Food, Demand of Food, Food Production, Surplus, Minus