Pengaruh Senam Wajah dan Cryotherapy pada Lansia Panti Tresna Wreda Pakem terhadap pH Saliva
Kalyashira Nesya Wulanputri, drg. Nunuk Purwanti, M.Kes., Ph.D ; drg. Asikin Nur, M.Kes., Ph.D
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Lansia mengalami perubahan fisiologis berupa penurunan
fungsi kelenjar saliva, penurunan sekresi saliva berdampak pada penurunan pH
saliva sehingga meningkatkan risiko karies dan stomatitis denture.
Terapi non-farmakologis seperti senam wajah dan cryotherapy atau
terapi dingin dikembangkan untuk meningkatkan sekresi saliva. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat pengaruh sekaligus membandingkan pengaruh senam wajah
dan cryotherapy dalam meningkatkan pH saliva Lansia Panti
Tresna Wreda Pakem. Penelitian ini menggunakan desain cross over pada
24 subjek lansia yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan secara bergantian.
Subjek dipilih menggunakan purpossive sampling sesuai kriteria
inklusi dan eksklusi dan diacak dengan menggunakan envelope concealment.
Setiap subjek mendapatkan perlakuan senam wajah dan cryotherapy masing-masing
selama 1 minggu dengan periode washout di antara kedua
perlakuan. Pengukuran pH saliva menggunakan pH meter dilakukan sebelum dan
sesudah perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Analisis pengaruh sebelum
dan sesudah menggunakan Paired t-test, serta perbandingan
kedua perlakuan dilakukan dengan uji Independent t-test. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa senam wajah dan cryotherapy sama-sama
meningkatkan pH saliva secara signifikan dibandingkan sebelum perlakuan
(p<0>cryotherapy lebih
tinggi dibandingkan senam wajah, namun perbedaan peningkatan pH antara kedua
perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna secara statistik
(p>0,05). Maka kedua metode tersebut menunjukkan pengaruh yang relatif
sebanding secara statistik sehingga keduanya dapat digunakan sebagai alternatif
terapi non-farmakologis dalam meningkatkan pH saliva pada lansia.
The elderly experience physiological changes like decreased salivary gland function and decreased saliva secretion, which affects saliva pH, increasing the risk of caries and denture stomatitis. Non-pharmacological therapies such as facial exercises and cryotherapy or cold therapy have been developed to increase saliva secretion. This study aims to examine and compare the effects of facial exercises and cryotherapy in increasing the pH of saliva in Panti Tresna Wreda Pakem. This study used a crossover design on 24 elderly subjects who were divided into two treatment groups alternately. Subjects were selected using purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria and randomized using envelope concealment. Each subject received facial exercises and cryotherapy for one week with a washout period between the two treatments. Salivary pH measurements were taken before and after each treatment using a pen pH meter, with three repetitions. The effects before and after were analyzed using a Paired t-test, and the two treatments were compared using an Independent t-test. The results showed that facial exercises and cryotherapy both significantly increased salivary pH compared to before treatment (p < 0> 0.05). Therefore, both methods show relatively comparable statistical effects, making them suitable alternatives for non-pharmacological therapy in improving saliva pH in elderly.
Kata Kunci : Cryotherapy, Elderly, Facial exercises, Salivary pH.