Gambaran Kebiasaan Buruk Oral pada Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Kelurahan Condongcatur (Kajian Berbasis Kuesioner)
Tiara Amanda Pramesti Gumay, drg. Ignatius Sulistyo Jatmitko, M.Kes, Sp.KGA. ; drg. Anrizandy Narwidina, MDsc., Sp.KGA., Ph.D.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Kebiasaan buruk oral adalah perilaku parafungsional yang terjadi secara spontan dan berulang, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan rongga mulut pada anak. Masih minim penelitian yang khusus mengeksplorasi kebiasaan buruk oral pada anak di wilayah Condongcatur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi proporsi kebiasaan buruk oral pada anak usia 10-12 tahun di sekolah dasar Kelurahan Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 80 responden dari 3 sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas yang diisi oleh orang tua dan anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi kebiasaan buruk oral berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Hasil analisis menunjukkan distribusi dari lima kebiasaan buruk oral, yaitu mengisap ibu jari pada 8 anak (10%), menggigit kuku pada 19 anak (23,7%), menjulurkan lidah pada 12 anak (15%), bernapas melalui mulut pada 24 anak (30%), dan bruksisme pada 15 anak (18,7%). Secara keseluruhan, kebiasaan bernapas melalui mulut merupakan kebiasaan yang paling banyak ditemukan, yaitu sebesar 30%. Proporsi tertinggi ditemukan pada anak usia 10 tahun (56,3%) dan berjenis kelamin perempuan (56,3%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square mengidentifikasi bahwa kebiasaan bernapas melalui mulut dan bruksisme menunjukkan perbedaan proporsi yang signifikan berdasarkan usia.
Oral bad habits are parafunctional behaviors that occur spontaneously and repeatedly, which can influence the growth and development of the oral cavity in children. There is a limited body of research specifically examining oral bad habits among children in Condongcatur.This study aims to describe the distribution and proportion of oral bad habits among children aged 10-12 years in elementary schools located in Kelurahan Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.
This study used a descriptive approach with a cross-sectional design involving 80 respondents from 3 elementary schools. Data collection was conducted using a questionnaire instrument that had undergone validity and reliability tests, filled out by parents and children. Data analysis was conducted descriptively to examine the distribution of oral bad habits based on age and gender.
The analysis results show the distribution of five oral bad habits, namely thumb sucking in 8 children (10%), nail biting in 19 children (23.7%), tongue thrusting in 12 children (15%), mouth breathing in 24 children (30%), and bruxism in 15 children (18.7%). Overall, mouth breathing is the most commonly found habit, at 30%. The highest proportion was found in children aged 10 years (56.3%) and in females (56.3%).Bivariate analysis using the Chi-square test identified that mouth breathing and bruxism show significant proportional differences based on age.
Kata Kunci : Kebiasaan oral, anak, kuesioner/Oral habits, children, questionnaire