Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Ponorogo, Provinsi Jawa Timur
SISWADI, Joko, Drs. Wahib Suyitno, M.Agr
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanStrategi macam apakah yang ditempuh Pemerintah daerah untuk menjadikan RSUD Ponorogo sebagai unit swadana dari kelas D menjadi kelas C. Agar strategi yang dimaksud dapat dirumuskan secara tepat, maka dapat dilakukan analisis terhadap kinerja RSUD Ponorogo khususnya berkaitan dengan aspek efisiensi, efektivitas dan elastisitas pengelolaan keuangan RSUD Ponorogo serta analisis SWOT. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif di mana peranan kontribusi penerimaan RSUD Ponorogo terhadap retribusi daerah lebih besar dibandingkan dengan penerimaan pendapatan asli daerah Kabupaten Ponorogo. Pada sisi rasio efisiensi biaya pengelolaan (REBP) rata-rata per tahun menunjukkan sebesar 104% yang berarti tidak efisien dan pada sisi keefektifan perbandingan antara target dan realisasi penerimaan RSUD Ponorogo rata-rata per tahun sebesar 87,9% artinya ini menunjukkan cukup efektif. Tingkat elastisitas penerimaan RSUD Ponorogo terhadap jumlah penduduk, PDRB dan pendapatan per kapita adalah elastis karena lebih dari 1. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Pada analisis ini RSUD Ponorogo berada dikuadran 2 artinya strategi yang ditempuh oleh RSUD Ponorogo adalah strategi stabil dengan penekanan pada selective maintenance artinya pihak manajemen RSUD Ponorogo harus memberi perhatian khusus untuk mengembangkan aspek internal yang menjadi kelemahan dan serentak dengan itu berusaha memanfaatkan peluang yang dimiliki. Dari hasil penelitian tersebut perlu kiranya memperluas pelayanannya tidak hanya di daerah Ponorogo tetapi di luar Ponorogo dan apabila tingkat pendapatan masyarakat meningkat dan pengetahuan akan pentingnya kesehatan juga meningkat maka kesadaran akan jasa kesehatan (orang ke RSUD) akan meningkat.
Research entitle public performance hospital of area of Ponorogo, province Java East. Strategy kinds of what is is gone through local government to make RSUD Ponorogo as unit of swadana. So that such strategy can be formulated precisely, hence can be conducted by analysis to performance of RSUD Ponorogo specially relate to efficiency aspect, monetary management elasticity and effectiveness of RSUD Ponorogo and also analyse SWOT. Result of conducted analysis by using 2 (approach) that is quantitative approach where role of contribution acceptance of RSUD Ponorogo to compared to bigger area retribution of revenue of sub-province area genuiness of Ponorogo. At efficiency ratio side is expense of management (REBP) rate show equal to 104 % meaning inefficient and at side efective of comparison amount realization and goals acceptance of RSUD Ponorogo mean of one year equal to 87,9% mean this show effective enough. Elasticity storey;level acceptance of RSUD Ponorogo to residents amount, PDRB and earnings of per capita is elastic because more than 1%. Approach qualitative by using analysis of SWOT. At this analysis of RSUD Ponorogo reside in cartecius 2 mean strategy gone through by RSUD Ponorogo is stable strategy with emphasis at maintenance selective mean management side of RSUD Ponorogo have to give special attention to develop internal aspect that become weakness and at a time by try to exploit opportunity had. From the research result require to presumably extend the service of do not only area of Ponorogo but outside Ponorogo and if storey;level earnings of society mount and knowledge for the importance of health also mount hence awareness of service of health ( people to RSUD) will mount.
Kata Kunci : Kinerja RSU,Pengelolaan Keuangan,Analisis SWOT