Laporkan Masalah

Kesadaran Individu dalam Konsep Negara Pemikiran Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Syafriya Aulia Nariswari Aninditia, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum.; Drs. Agus Wahyudi, M.Si., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian “Kesadaran Individu dalam Konsep Negara Pemikiran Georg Wilhelm Friedrich Hegel” ini membahas kedudukan kesadaran individu dalam konsep negara menurut Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Negara dalam pemikiran Hegel bukan sekadar institusi politik, melainkan perwujudan kebebasan objektif yang memungkinkan pencapaian kebebasan subjektif individu. Individu menjadi bebas bukan dengan memisahkan diri dari negara, tetapi melalui partisipasinya dalam tatanan etis yang rasional. Kesadaran individu dan struktur negara saling terkait secara dialektis sebagai bagian dari perkembangan Roh.

Kajian dilakukan melalui penelitian kepustakaan dengan menelaah karya-karya utama Hegel beserta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran individu berkembang melalui tahapan kesadaran, kesadaran diri, dan Roh objektif. Perkembangan ini mencapai bentuk tertingginya dalam kehidupan etis yang mencakup keluarga, masyarakat sipil, dan negara.

Kerangka etis Hegel membantu membaca peran negara dan warga dalam membangun kehidupan bersama yang lebih rasional dan berkeadaban. Kesadaran individu memiliki kebebasan, namun sampai batas tertentu terikat dalam kesadaran kolektif. Relevansi pemikiran Hegel bagi konteks Indonesia terletak pada kesesuaian konseptual mengenai pentingnya keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan umum dalam kehidupan bernegara. 


The research titled "Individual Consciousness in Georg Wilhelm Friedrich Hegel's Concept of the State" examines the position of individual consciousness within Georg Wilhelm Friedrich Hegel's concept of the state. In Hegel's thought, the state is not merely a political institution but the embodiment of objective freedom, which enables the realization of individual subjective freedom. Individuals achieve freedom not by separating themselves from the state, but through their participation in a rational ethical order. Individual consciousness and the structure of the state are dialectically interconnected as part of the development of Spirit.


This study employs a library research approach, analyzing Hegel's major works alongside relevant secondary literature. The findings reveal that individual consciousness evolves through stages of consciousness, self-consciousness, and objective Spirit, culminating in its highest form within ethical life, encompassing family, civil society, and the state.

Hegel's ethical framework aids in understanding the roles of the state and its citizens in constructing a more rational and civilized communal life. Individual consciousness possesses freedom, yet it is bounded to a certain extent by collective consciousness. The relevance of Hegel's thought to the Indonesian context lies in its conceptual alignment with the importance of balancing individual freedom and collective interests in national life.


Kata Kunci : Hegel, kesadaran individu, dialektika, negara, Roh objektif

  1. S1-2025-429663-abstract.pdf  
  2. S1-2025-429663-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-429663-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-429663-title.pdf