Analisis Hubungan Karakteristik Sosial-Ekonomi dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Gunungpayung, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah
BILLY NOVIAN RAMADHAN, Dr. Raden Rara Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.
2026 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Perubahan struktur umur penduduk yang ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia (lansia) merupakan fenomena demografis yang semakin nyata, termasuk di wilayah perdesaan. Peningkatan jumlah lansia membawa berbagai tantangan, terutama terkait pemenuhan kesejahteraan dan kualitas hidup, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, tetapi juga oleh faktor sosial dan ekonomi. Desa Gunungpayung, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, merupakan salah satu wilayah perdesaan dengan proporsi lansia yang cukup tinggi, sehingga penting untuk mengkaji kualitas hidup lansia serta faktor-faktor sosial-ekonomi yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kualitas hidup lansia di Desa Gunungpayung serta (2) menganalisis hubungan antara karakteristik sosial-ekonomi dengan kualitas hidup lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup lansia dan kuesioner sosial-ekonomi yang mengacu pada SUSENAS. Jumlah responden sebanyak 70 lansia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk variabel kategorik serta koefisien korelasi Pearson dan spearman untuk variabel numerik dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup lansia di Desa Gunungpayung secara umum berada pada kategori sedang hingga baik, dengan domain psikologis dan sosial memiliki skor rata-rata lebih tinggi dibandingkan domain fisik dan lingkungan. Hasil uji Chi-Square, korelasi Pearson, dan Spearman menunjukkan bahwa pendapatan dan bantuan pemerintah memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup lansia, sedangkan pengeluaran, tingkat pendidikan, dan status kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pendapatan berhubungan positif dengan kualitas hidup lansia, sementara bantuan pemerintah menunjukkan hubungan negatif yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa bantuan cenderung diterima oleh lansia dengan kondisi sosial-ekonomi yang lebih rentan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi, khususnya pendapatan dan bantuan pemerintah, berperan penting dalam membentuk kualitas hidup lansia di Desa Gunungpayung. Meskipun demikian, kondisi sosial masyarakat desa yang harmonis dan memiliki tingkat kerukunan yang tinggi turut berperan sebagai faktor pendukung dalam menjaga kualitas hidup lansia.
The change in population age structure marked by the increasing proportion of older adults is a demographic phenomenon that is becoming increasingly evident, including in rural areas. The growing number of older adults presents various challenges, particularly related to the fulfillment of welfare and quality of life, which are influenced not only by health conditions but also by social and economic factors. Gunungpayung Village, Candiroto District, Temanggung Regency, is one of the rural areas with a relatively high proportion of older adults, making it important to examine their quality of life and the socio-economic factors that influence it. This study aims to (1) analyze the quality of life of older adults in Gunungpayung Village and (2) examine the relationship between socio-economic characteristics and the quality of life of older adults. The study employed a descriptive quantitative method with a cross-sectional design. Data were collected using the WHOQOL-BREF questionnaire to measure quality of life and a socio-economic questionnaire based on SUSENAS. A total of 70 older adults were selected using simple random sampling. Data analysis was conducted descriptively and bivariately using the Chi-Square test for categorical variables and Pearson and Spearman correlation coefficients for numerical variables with the assistance of SPSS version 27. The results indicate that the quality of life of older adults in Gunungpayung Village is generally at a moderate to good level, with psychological and social domains showing higher average scores than physical and environmental domains. The Chi-Square, Pearson, and Spearman tests reveal that income and government assistance have a significant relationship with quality of life, while expenditure, educational level, and employment status do not show significant relationships. Income is positively associated with quality of life, whereas government assistance shows a significant negative relationship, indicating that such assistance is generally received by older adults with more vulnerable socio-economic conditions. These findings suggest that economic factors, particularly income and government assistance, play an important role in shaping the quality of life of older adults in Gunungpayung Village. Nevertheless, the harmonious social conditions and strong social cohesion within the village community also serve as supporting factors in maintaining the quality of life of older adults.
Kata Kunci : Kualitas hidup, Lansia, Sosial-ekonomi, Desa Gunungpayung, Quality of life, Elderly, Socio-economic factors, Gunungpayung Village