Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah transaksi jual beli rumah tinggal di Kota Malang
SETYORINI, Tanti Budi, Drs. Lincolin Arsyad, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah transaksi jual beli rumah tinggal di Kota Malang. Faktor-faktor yang diteliti adalah faktor lokasi dan demografi meliputi rata-rata harga transaksi, jarak dari pusat kota, jumlah rumah tangga, jumlah migrasi bersih, dan jarak dari perguruan tinggi terdekat. Penelitian ini menggunakan data kerat lintang (crosssection) yang diambil dari seluruh kelurahan di Kota Malang pada tahun 2003. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Jumlah dan harga transaksi dari Laporan Bulanan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Malang. Jumlah rumah tangga dan jumlah migrasi bersih diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Malang dan Dinas Kependudukan Kota Malang. Jarak adalah jarak tempuh terdekat yang diukur dari peta jaringan jalan hasil edit peta Bakosurtanal, dengan menggunakan ArcView GIS 3.3. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan metode jumlah kuadrat terkecil (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga transaksi, jarak dari pusat kota, dan jumlah rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah transaksi jual beli rumah tinggal, sedangkan jarak dari perguruan tinggi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah transaksi jual beli rumah tinggal. Jumlah migrasi bersih berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap jumlah transaksi jual beli rumah tinggal. Model yang dihasilkan memiliki tingkat estimasi sebesar 60,62%. Hubungan positif antara harga transaksi dan jumlah transaksi jual beli rumah tinggal mengindikasikan bahwa rumah lebih dipandang sebagai barang investasi ketimbang barang konsumsi. Koefisien jumlah rumah tangga yang sangat rendah mengindikasikan bahwa tidak semua rumah tangga mampu memenuhi kebutuhan akan rumah tinggal. Tidak signifikannya jumlah migrasi bersih karena kebanyakan pendatang tidak menetap.
This research aims at analyzing factors that affect sales number of singlefamily house in Malang town. Those factors consist of location and demographic factors, they are sales mean price, distance from urban center, number of household, number of net migration, and distance from nearest college. This research uses cross-section data of all villages in Malang town in 2003. The research data is classified as secondary data. Sales number and price are collected from Land Notary monthly reports at Malang Land and Building Tax Office. Numbers of household and net migration are collected from Malang Central Agency of Statistics and Malang Department of Demography. Distances are best routes measured from road map (modified version of Bakosurtanal map) using Arc View GIS 3.3. This research uses multiple linear regressions with ordinary least square method. The result shows that sales mean price, distance from urban center, and number of household have significant and positive effect to sales number of single-family house, while distance from nearest college has significant and negative effect. Number of net migration has insignificant and positive effect. The model has R2 = 60.62%. The positive relationship between sales mean price and sales number indicates that house is considered as investment goods rather than consumption goods. The low coefficient of household number is an indicator that not all households can fulfill their need of house. Number of net migration is not significant because most immigrants are temporary immigrants.
Kata Kunci : Transaksi Rumah Tinggal,Lokasi dan Demografi, sales number, single-family house, location, demography