Laporkan Masalah

Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Irigasi Saluran Akar terhadap Daya Bunuh Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923

Lulita Nora Primastika, drg. Aryan Morita, M.Sc., Ph.D.; drg. Mayu Winnie Rachmawati, M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Larutan irigasi sodium hipoklorit (NaOCl) merupakan salah satu tahapan penting dalam sterilisasi saluran akar gigi. Namun, penggunaan NaOCl dengan konsentrasi yang cukup tinggi memiliki efek toksik yang tinggi sehingga bahan alternatif dengan komponen alami mulai dikembangkan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui memiliki senyawa xantone, flavonoid, saponin, dan tanin yang mampu berfungsi sebagai agen antibakteri dan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis sebagai irigasi saluran akar terhadap daya bunuh bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923.  

Uji daya bunuh bakteri dilakukan dengan mencari Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) ekstrak kulit manggis terhadap bakteri S. aureus. Ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi 12,5%; 25%; dan 50%; larutan NaOCl 2,5% sebagai kontrol positif; serta larutan NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif digunakan pada penelitian ini. Subjek pada penelitian ini adalah bakteri S. aureus ATCC 25923. Daya bunuh bakteri ditentukan dengan menghitung jumlah koloni bakteri yang terbentuk pada media dengan colony counter (CFU/mL). KBM dapat ditentukan apabila uji pada suatu konsentrasi ekstrak tidak terbentuk koloni bakteri pada media agar.  

Hasil penelitian diperoleh dengan nilai rerata jumlah koloni bakteri S. aureus kelompok ekstrak 12,5% sebesar 0; ekstrak 25% sebesar 0; ekstrak 50% sebesar 0; NaOCl 2,5% sebesar 0; dan NaCl 0,9% sebesar 85,60 ± 76,08 CFU/mL. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar semua kelompok perlakuan (p < 0>S. aureus ATCC 25923.

Sodium hypochlorite (NaOCl) irrigation solution is an important stage in root canal sterilization. However, the use of NaOCl at a sufficiently high concentration has high toxic effects, so alternative materials with natural components are being developed. Mangosteen peel (Garcinia mangostana L.) is known to contain xanthone, flavonoid, saponin, and tannin compounds can act as antibacterial and anti-inflammatory agents. This study aims to determinate the effect of mangosteen peel extract as a root canal irrigant on the bactericidal activity against Staphylococcus aureus ATCC 25923. 

The bactericidal test was conducted by determining the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of mangosteen peel extract against S. aureus. The materials used in this study were mangosteen peel extracts at concentrations of 12.5%, 25%, and 50%; NaOCl 2.5% solution as a positive control; and NaCl 0.9% solution as a negative control. The subject of this study was S. aureus ATCC 25923. Bactericidal activity was determined by counting the number of bacterial colonies formed on the media using a colony counter (CFU/mL). MBC can be determined if the test at a certain extract concentration shows no bacterial colony formation on agar media. 

The results obtained showed the mean number of S. aureus colonies for the extract 12.5% group was 0; extract 25% was 0; extract 50% was 0; NaOCl 2.5% was 0; and NaCl 0.9% was 85,60 ± 76,08 CFU/mL. The data were then analyzed using the Kruskal-Wallis test, which showed a significant difference between all treatment groups (p < 0>S. aureus ATCC 25923. 

Kata Kunci : Staphylococcus aureus, ekstrak kulit manggis, KBM/Staphylococcus aureus, mangosteen peel extract, MBC

  1. S1-2025-503002-abstract.pdf  
  2. S1-2025-503002-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-503002-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-503002-title.pdf  
  5. S1-2026-503002-abstract.pdf  
  6. S1-2026-503002-bibliography.pdf  
  7. S1-2026-503002-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2026-503002-title.pdf