Dampak Aktivitas Pendaki Terhadap Vegetasi dan Timbulan Sampah di Jalur Pendakian Suwanting Taman Nasional Gunung Merbabu
Nafida Vidiyawati Wiguna, Dr. Ir. Muchammad Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si., IPU.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Taman Nasional
Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi dengan potensi wisata alam,
terutama aktivitas pendakian yang kian diminati, salah satunya di Jalur
Suwanting yang terkenal dengan panorama sabananya. Kegiatan ini berdampak
positif bagi ekonomi masyarakat, namun juga menimbulkan tekanan terhadap
kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik
aktivitas pendaki serta dampaknya terhadap vegetasi dan timbulan sampah di
Jalur Suwanting.
Data
aktivitas pendaki dikumpulkan melalui wawancara dengan metode stratified
random sampling, sedangkan dampak vegetasi diukur menggunakan indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) pada setiap kenaikan 200 meter.
Timbulan sampah dianalisis berdasarkan jumlah dan jenis sampah di tiap pos
pendakian.
Hasil
menunjukkan lima aktivitas utama pendaki, yaitu mendaki, memotret, beristirahat
sejenak, berkemah, dan buang air. Nilai indeks keanekaragaman vegetasi (H’) pada
area dengan aktivitas pendakian berkisar antara 0,450–1,545, sedangkan pada
area tanpa aktivitas pendakian berkisar antara 0,529–1,205. Jenis
vegetasi yang paling
dominan dijumpai pada area yang terdapat aktivitas pendakian adalah Edelweiss (Anaphalis javanica) dan Alang-alang (Imperata
cylindrica). Sampah
plastik, sisa makanan, dan kertas mendominasi di seluruh pos, dengan intensitas
tertinggi di Pos 3 Ndampo Awang sebagai area berkemah. Sedangkan, pada area
yang tidak mengalami aktivitas pendakian tidak ditemukan timbulan sampah, baik
dari jenis organik maupun anorganik Diperlukan pengelolaan berkelanjutan
melalui pengaturan zonasi, edukasi pendaki, serta pengawasan dan evaluasi rutin
pengelolaan sampah.
Mount
Merbabu National Park is a conservation area with significant ecotourism
potential, particularly for hiking activities that have become increasingly
popular, one of which is the Suwanting Trail, renowned for its scenic savanna
views. This activity contributes positively to the local economy but also
exerts pressure on environmental sustainability. This study aims to identify
the characteristics of hikers’ activities and their impacts on vegetation and
waste generation along the Suwanting Trail.
Data on
hiking activities were collected through interviews using the stratified random
sampling method, while vegetation impacts were measured using the
Shannon-Wiener diversity index (H’) at every 200-meter elevation interval.
Waste generation was analyzed based on the quantity and types of waste found at
each hiking post.
The
results revealed five main hiking activities hiking, taking photographs,
resting, camping, and defecating. The vegetation diversity index (H’) in areas
with hiking activities ranged from 0,450 to 1,545, while in areas without
hiking activities it ranged from 0,529 to 1,205. The most dominant vegetation
species found in disturbed areas were Edelweiss (Anaphalis javanica) and
Alang-alang (Imperata cylindrica). Plastic waste, food residues, and
paper were the most common waste types found at all hiking posts, with the
highest intensity recorded at Post 3 Ndampo Awang, which serves as a camping
area. Meanwhile, in areas without hiking activity, no waste accumulation was
found, either organic or inorganic. Sustainable management through zoning
regulation, hiker education, and regular waste management monitoring and
evaluation is therefore required.
Kata Kunci : Aktivitas Pendaki, Vegetasi, Timbulan Sampah, Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Pengelolaan Sampah, Pengelolaan Jalur Pendakian