Pengaruh Aplikasi Nanohydrogel Sericin- Kitosan terhadap Jumlah Fibroblas pada Sisi Tertekan Paska Stabilisasi Ortodonti Tikus Rattus Norvegicus
Stefani Pohari, Dr. drg. Ananto Ali Alhasyimi, MDSc, Sp.Ort. Subsp. DDTK(K); drg. Christnawati, M.Kes., Sp.Ort(K).
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Relaps
adalah kondisi ketika gigi yang sudah dilakukan perawatan ortodonti kembali
mendekati bentuk maloklusi awal. Relaps memiliki prevalensi cukup tinggi dan
menjadi masalah yang belum dapat terpecahkan. Penelitian ini
dilakukan dengan nanohydrogel sericin-kitosan yang berperan meningkatkan
jumlah fibroblas untuk mendukung stabilisasi. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh nanohydrogel sericin-kitosan terhadap jumlah
fibroblas pada sisi tertekan paska stabilisasi ortodonti tikus Rattus norvegicus.
Penelitian
ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan subjek tikus Rattus
norvegicus berusia 2,5–3 bulan dengan berat badan 200–250 gram. Satu
kelompok kontrol dan satu kelompok perlakuan masing-masing diamati pada hari
ke-0, 3, 7, dan 14 paska stabilisasi ortodonti. Peranti ortodonti dipasang pada
gigi incisivus dan molar pertama rahang atas kanan tikus Rattus norvegicus.
Nanohydrogel sericin-kitosan diberikan sekali sehari secara topikal saat
fase stabilisasi dan paska stabilisasi ortodonti. Pengamatan jaringan dilakukan
menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400× dengan pengecatan hematoxylin-eosin.
Data jumlah fibroblas dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA dan
dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD.
Hasil
penelitian menunjukkan adanya perbedaan jumlah fibroblas yang signifikan pada variabel
aplikasi nanohydrogel sericin-kitosan dan hari pengamatan (p<0>nanohydrogel sericin-kitosan
dengan hari pengamatan terhadap jumlah fibroblas tidak berpengaruh signifikan
(p>0,05). Berdasarkan uji Post Hoc LSD, diperoleh hasil terdapat
perbedaan rerata jumlah sel fibroblas yang signifikan antar seluruh kelompok
waktu pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0>nanohydrogel sericin-kitosan dapat meningkatkan
jumlah fibroblas pada sisi tertekan paska stabilisasi ortodonti, dengan jumlah
fibroblas terendah pada hari ke-0 dan jumlah fibroblas tertinggi pada hari
ke-7.
Relapse
is a condition in which teeth that have undergone orthodontic treatment tend to
return toward their initial malocclusion and remains an unresolved clinical
problem. This study used nanohydrogel sericin–chitosan to increase fibroblast
numbers and support stabilization. This study aimed to evaluate the effect of
nanohydrogel sericin–chitosan on the number of fibroblasts on the pressure side
after orthodontic stabilization in Rattus norvegicus.
This
experimental laboratory study used Rattus norvegicus aged 3–4 months
with body weights of 200–250 grams. One control group and one treatment group
were observed on days 0, 3, 7, and 14 after orthodontic stabilization.
Orthodontic appliances were installed on the incisors and maxillary right first
molar of the rats. Nanohydrogel sericin–chitosan was applied topically once
daily during the stabilization phase and post-orthodontic stabilization. Tissue
observation was performed using a light microscope at 400× magnification with hematoxylin–eosin
staining. Fibroblast counts were analyzed using Two-Way ANOVA followed by the Post
Hoc LSD test.
The results showed a significant difference in fibroblast numbers for the treatment variable and observation days (p<0>0.05). Based on the Post Hoc LSD test, there were significant differences in the mean number of fibroblasts across all observation times in both the control and treatment groups (p<0>
Kata Kunci : Nanohydrogel, Sericin, Kitosan, Fibroblas, Kesehatan mulut