Laporkan Masalah

Aplikasi Pengnderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi dalam penentuan lahan potensial untuk rehabilitasi mangrove di pesisir kabupaten Brebes

Moh Subkhan, Dr. Hartono, DEA., DESS.; Drs. Zuharnen, M.S.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di Pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan tujuan mengaplikasikan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) didalam mengetahui sebaran hutan mangrove di Pesisir Kabupaten Brebes serta untuk menentukan lokasi lahan potensial untuk rehabilitasi mangrove. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat TM tahun 1996. Citra Landsat TM sebagai sumber data utama tersebut diinterpretasi untuk memperoleh peta penggunan lahan dan peta bentuk lahan, yang selanjutnya digunakan sebagai unit analisis terhadap penentuan lahan potensial untuk rehabilitasi mangrove. Indikator yang digunakan dalam penentuan lokasi lahan potensial adalah indikator penggunaan lahan, bentuk lahan, salinitas tanah, tekstur tanah serta lereng. Indikator lereng, salinitas tanah dan tekstur tanah diperoleh dari data lapangan (dengan menggunakan data primer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan citra Landsat TM (Thematic Mapper) dalam menyajikan data penggunaan lahan sebesar 88,63% dan indikator bentuklahan 87,5%. Setelah dilakukan pengharkatan kelima indikator diatas, maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; dengan luasan penelitian 26.886,107 hektar, diperoleh hasil wilayah yang berkategori sangat potensial 1075,44 hektar (4%), wilayah yang berkategori potensial 4032,92 hektar (15%), kurang potensial 5646,08 hektar (21%), sedangkan tidak potensial 16131,66 hektar (60%).

The research has been done in the beach of Brebes regency, central of Java, the purposes of this research are to know the useful and the role of Remote Sensing and Geographic Information System (GIS) to determine distribution of mangrove in the beach of Brebes regency and finding potential location for rehabilitation mangrove area. Description method are used in research with Landsat TM imagery of 1996 as main source. Landsat TM imagery as main data source interpreted to obtain landuse map and landform map, and henceforth used as a base to determine distribution of potential area by mangrove. The indicator has been used to determine distribution of potential area by rehabilitation of mangrove in this reserch are landuse, landform, soil salinity, slope, soil texture, and bathimetric. Slope and bathimetric indicators had been gotten with use secondary data, where as soil salinity and soil texture indicators had taken fieldworks. The results of research shown detail of Landsat TM Imagery 88.63% to landform data and 87.5% are landuse data. Based on indicator scoring that landform, landuse, soil salinity, soil texture and slope indicators had obtained the result of research as follow; The research area are 26.886,107 hectar, 1075,44 hectar (4%) categorized as very potential area, 4032,92 hectar (15%) categorized potential area, 5646,08 hectar (21%) categorized less potential area, and 16131,66 hectar (60%) categorized nonpotential area.

Kata Kunci : Sistem infromasi geografis,penginderaan jauh, penentuan lahan potensial,Rehabilitasi mangrove,Brebes,Jawa Tengah

  1. S1-2005-094391-Abstarct.pdf  
  2. S1-2005-094391-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-094391-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-094391-Title.pdf