Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra ikonos dan Sistem informasi geografis untuk menentukan prioritas daerah pemekaran fisik kota di kota Tasikmalaya

Finauly Hadiyantini, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini merupakan penelitian terapan teknik penginderaan jauh dengan mengaplikasikan interpretasi citra Ikonos dan Sistem Informasi Geografi untuk studi kekotaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat ketelitian citra Ikonos untuk menyadap parameter-parameter lahan terpilih yang digunakan untuk menentukan prioritas daerah pemekaran fisik kota di Kota Tasikmalaya, mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan untuk dijadikan daerah pemekaran fisik kota berdasarkan parameter-parameter lahan terpilih yang diperoleh dari citra Ikonos dengan bantuan SIG di Kota Tasikmalaya, dan menentukan arah prioritas daerah pemekaran fisik kota berdasarkan kesesuaian lahan di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik interpretasi citra Ikonos yang dilengkapi dengan uji lapangan. Pengambilan sampel uji lapangan dilakukan dengan proporsional random sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan berjenjang tertimbang. Penentuan kesesuaian lahan daerah pemekaran fisik kota diperoleh dengan menilai parameter fisik lahan yang kemudian difilter dengan penggunaan lahan saat ini (landuse existing). Selanjutnya kesesuaian lahan daerah pemekaran fisik kota yang dihasilkan dioverlay dengan parameter aksesibilitas untuk menentukan prioritas daerah pemekaran fisik kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengidentifikasi parameter prioritas daerah pemekaran fisik kota di Kota Tasikmalaya dengan ketelitian interpretasi penggunaan lahan 98,05%, drainase permukaan 89,84%, interpretasi jalan utama dan jalan kolektor mencapai 100%. Penelitian menunjukkan 5.868,65 Ha atau 33,62% tergolong kesesuaian lahan sangat sesuai. Kelas sesuai seluas 5.036,54 Ha atau 29,95%. Kelas cukup sesuai 4.130,90 Ha atau 24,08%. Lahan seluas 996,75 Ha atau 5,80% termasuk kelas kurang sesuai. Kelas tidak sesuai untuk daerah pemekaran fisik kota hanya 0,31% atau 53,58 Ha. Hasil overlay dengan parameter aksesibilitas diperoleh empat tingkat prioritas yaitu prioritas I, II, III, dan IV. Prioritas I dengan luas 6.782,42 Ha atau 39.54 %. Prioritas II seluas 4.634,47 Ha atau 27,01%. Prioritas III seluas 3.423,87 Ha atau 19,96%. Prioritas IV seluas 1.104,51 Ha atau 6,43%. Lahan yang tidak diprioritaskan untuk pemekaran fisik kota seluas 140,95 Ha atau 0,82%. Bagian kenampakan fisik kota yang lama seluas 1.069,98 Ha atau 6,24% juga tidak diprioritaskan untuk pemekaran fisik kota. Arah prioritas daerah pemekaran fisik kota di Kota Tasikmalaya mengarah ke arah timur laut dan barat daya yaitu di Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Mangkubumi.

This research represent research of remote sensing technique with Ikonos image application and Geographic Information System for urban study. Targets of this research is to know level correctness of Ikonos image to tap chosen land parameters which to used to determine of area priority urban physical development in municipality of Tasikmalaya, to evaluate land suitability level to determine area priority urban physical development pursuant to chosen land parameters which obtained from Ikonos image constructively GIS in municipality of Tasikmalaya, and determine area priority direction urban physical development pursuant land suitability in municipality of Tasikmalaya. Research method the used is Ikonos image interpretation technique provided with field survey. Intake of field survey sample conducted with stratified random sampling. Data analysis conducted with approach of have ladder to deliberated. Determination land suitability to area urban physical development obtained by judging land physical parameters which later filtering with landuse existing. Hereinafter land suitability to area urban physical development overlay with accecibility parameters to determine area priority urban physical development. Result of research indicate that remote sensing can be exploited better to identify area priority urban physical development parameters in municipality of Tasikmalaya with correctness of interpretation landuse 98.05%, surface drainage 89.84%, main road and collector road interpretation to reach for 100%. Research show 5868.65 Ha or 33.62% is very suitable. Suitable class 5036.54 Ha or 29.95%. Moderately suitable class 4130.90 Ha or 24.08%. Land for the width of 996.75 Ha or 5.80% including less suitable class. Unsuitable class for the area urban physical development only 0,31% or 53.58 Ha. Result of overlay with accecibility parameters obtained four level of priority that is priority I, II, III, and IV. Priority I broadly 6782.42 Ha or 39.54%. Priority II for the width of 4634.47 Ha or 27.01%. Priority III for the width of 3423.87 Ha or 19.96 %. Priority IV for the width of 1104.51 Ha or 6.43%. Land which do not be given high priority for urban physical development for the width of 140.95 Ha or 0.82 %. Part of urban physical old ones for the width of 1069.98 Ha or 6.24% nor given high priority for urban physical development. Instruct area priority for urban physical development in municipality of Tasikmalaya flange up at north-east and south-west that is in district of Cibeureum and district of Mangkubumi.

Kata Kunci : Pemekaran fisik kota, Sistem informasi geografis,Foto udara,Tasikmalaya, Jawa Barat

  1. S1-2005-140579-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-140579-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140579-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-140579-Title.pdf