Laporkan Masalah

Perbandingan Nilai Sudut Interinsisal Antara Laki-Laki dan Perempuan dengan Relasi Molar Kelas I Angle

Pulung Samudera Nasution, Dr. drg. Andi Triawan, Sp.Ort., Subsp. DDPK.(K); drg. Aulia Ayub, Sp.Ort

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Pengukuran sudut interinsisal merupakan salah satu pengukuran sefalometri yang perlu diperhatikan untuk memperoleh perawatan ortodonti yang maksimal karena dapat memengaruhi profil wajah. Nilai sudut interinsisal dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin karena variasi pola dimorfisme seksual. Relasi molar kelas I Angle adalah oklusi ketika tonjol mesiobukal molar pertama permanen rahang atas berkontak dengan buccal groove molar pertama permanen rahang bawah dan merupakan jenis relasi molar dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan sudut interinsisal antara laki-laki dan prempuan dengan relasi molar kelas I Angle.

Jenis penelitian yang digunakan adalah ex post facto dengan pendekatan cross sectional menggunakan 60 sampel radiograf sefalometri dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo. Sampel dibagi menjadi dua berdasarkan jenis kelamin sehingga sampel laki-laki didapatkan 30 sampel dan sampel perempuan didapatkan 30 sampel agar terwujudkan rasio 1:1. Pengukuran sudut interinsisal menggunakan aplikasi WebCeph. Sudut interinsisal diukur dari pertemuan antara aksis panjang gigi insisivus rahang atas (IU) dan aksis panjang gigi insisivus rahang bawah (IL). Data yang diperoleh lalu dihitung rerata serta dilakukan analisis homogenitas menggunakan levene’s test dan dilakukan analisis normalitas menggunakan kolmogorov-smirnov. Independent t-test dilakukan untuk melihat signifikansi peneltian.

Hasil analisis perbandingan sudut interinsisal antara laki-laki dan perempuan tidak signifikan (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sudut interinsisal antara laki-laki dan perempuan dengan relasi molar kelas I Angle di RSGM Prof. Soedomo tidak berbeda secara signifikan. 

Interincisal angle measurement is one of the cephalometric measurements that needs to be considered in order to obtain maximum orthodontic treatment because it can affect facial profile. Interincisal angle varies by gender due to sexual dimorphism patterns. Angle Class I molar relationship is characterized by mesiobuccal cusp of the maxillary first permanent molar occluding with the buccal groove of the mandibular first permanent molar. Angle Class I molar relationship represents the most prevalent molar relationship in Indonesia. This study aims to compare interincisal angles between males and females with Angle class I molar relationships.

The type of research used was ex post facto with a cross-sectional approach using 60 cephalometric radiograph samples from Prof. Soedomo Dental and Oral Hospital. The samples were divided into two based on gender, so that 30 male samples and 30 female samples were obtained to achieve a 1:1 ratio. The interincisal angle was measured using the WebCeph application. The interincisal angle was measured from the intersection of the long axis of the upper incisors (IU) and the long axis of the lower incisors (IL). The data obtained was then calculated to determine the mean and analyzed for homogeneity using Levene's test and for normality using Kolmogorov Smirnov. An independent t-test was performed to determine the significance of the study.

The results of the analysis comparing the interincisal angle values between males and females were not significant (p>0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that there is no significant difference in the interincisal angle between males and females from Prof. Soedomo Dental and Oral Hospital in relation to Angle class I molars.

Kata Kunci : sudut interinsisal, relasi molar kelas I Angle, laki-laki, perempuan.

  1. S1-2025-503026-abstract.pdf  
  2. S1-2025-503026-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-503026-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-503026-title.pdf