Laporkan Masalah

Penggunaan teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk pemilihan lokasi potensial peternakan sapi perah di kecamatan Bulu, Kedu dan Kandangan kabupaten Temanggung Jawa Tengah

Mita Julinartati Sirait, Dr. Hartono, DEA., DESS; Prof. Dr. Soemitro Padmowijoto, M.Sc.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini merupakan aplikasi studi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuan penelitian ini adalah 1) inventarisasi data fisik lahan dari citra satelit Landsat TM dalam rangka penentuan lokasi potensial untuk peternakan sapi perah, 2) menerapkan SIG dalam proses penentuan lokasi potensial untuk peternakan sapi perah, 3) memberikan usulan rekomendasi untuk pengembangan wilayah terkait peternakan sapi perah. Penelitian ini dilakukan di sebagian wilayah Temanggung, yaitu kecamatan Bulu, Kedu, dan Kandangan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik penginderaan jauh dengan cara interpretasi visual dan SIG dengan teknik scoring dan matching. Interpretasi visual terhadap citra terkoreksi Landsat TM perekaman Mei tahun 2000 skala 1:50.000 dilakukan untuk memperoleh informasi penggunaan lahan. Informasi ini menghasilkan peta penggunaan lahan. Kerja lapangan dilakukan untuk menguji hasil interpretasi dan menambah informasi yang tidak diperoleh di laboratorium. Hasil uji lapangan menunjukkan ketelitian interpretasi sebesar 96,98%. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) penggunaan lahan, 2) ketinggian tempat dari permukaan laut, 3) rerata temperatur udara tahunan, 4) kemiringan lereng dan 5) ketersediaan air tanah, diperoleh dari interpretasi citra Landsat TM dan peta tematik. Masing-masing parameter tersebut dipetakan dan diberi skor sesuai klasifikasinya, kemudian dioverlay dengan teknik scoring sehingga diperoleh lokasi potensial secara fisik untuk peternakan sapi perah. Hasil overlay ini menghasilkan peta lokasi potensial untuk peternakan sapi perah. Peta lokasi potensial ini kemudian ditumpang susunkan dengan teknik matching terhadap data jumlah penduduk bekerja dan jumlah produksi pertanian untuk memperoleh lokasi prioritas peternakan sapi perah. Hasil penelitian ini menunjukkan lokasi potensial secara fisik untuk peternakan sapi perah dalam 4 kelas yaitu kelas baik, sedang, kurang baik dan tidak baik. Total Luas wilayah penelitian adalah 18686,84 ha. Kecamatan Bulu memiliki potensi baik 944,46 ha (10,68%), potensi sedang 4512,20 ha (51,01%), potensi kurang baik 3210.42 ha (36,30%), dan potensi tidak baik 178,11 ha (2,01%) dari total luas Kecamatan Bulu yaitu 8845,19 ha. Kecamatan Kedu memiliki potensi baik 2594,04 ha (62,31%), potensi sedang 1326,13 ha (31,85%), potensi kurang baik 243,15 ha (5,84%) dari total luas Kecamatan Kedu yaitu 4163,32 ha dan tidak memiliki potensi tidak baik untuk peternakan sapi perah. Kecamatan Kandangan memiliki potensi baik 3568,54 ha (62,84%), potensi sedang 1834,41 ha (32,31%), potensi kurang baik 275,38 ha (4,85%) dari total wilayah penelitian Kecamatan Kandangan yaitu 5678,33 ha, dan tidak memiliki wilayah dengan potensi sangat baik dan tidak baik. Usulan rekomendasi untuk pengembangan wilayah terkait peternakan sapi perah disarankan di Kecamatan Kandangan seluas 5402,9 ha sebagai prioritas pertama, Kecamatan Kedu seluas 3920,1 ha sebagai prioritas kedua dan Kecamatan Bulu seluas 5456,7 ha sebagai prioritas ketiga, yang ditentukan berdasarkan potensi fisik lahan, jumlah penduduk bekerja dan produksi pertanian yang ada di wilayah penelitian. Melalui penelitian ini dapat dibuktikan bahwa teknik penginderaan jauh, data penginderaan jauh dan SIG dapat digunakan untuk memperoleh data dan menentukan lokasi potensial untuk peternakan sapi perah.

This research is an application of study of remote sensing and Geographic Information System (GIS). The purposes of the study are 1) to invent physical data from Landsat TM satellite image in order to find potential site selection for dairy farming, 2) to apply GIS in generating potential site selection of dairy farming map. 3) to propose a recommendation for developing region according to dairy farming. The research was held in Temanggung region, these were in Bulu, Kedu and Kandangan districts. The method was remote sensing technique that used visual interpretation and GIS used scoring and matching technique. Visual interpretation of corrected Landsat image of May 2000 in scale 1:50,000 is used to get land use information then produced landuse map. The map then compiling with thematic maps which were altitude, temperature, slope, and groundwater supply. These all were processed with GIS by thematic scoring calculating and tables of social data calculating. Field trip was done to check out the result of interpretation and to add some information from field which could not be found from laboratory. It showed the accuracy of the interpretation was 96.98%. Parameters used in this research are 1) land use, 2) altitude, 3) temperature, 4) slope, and 5) groundwater supply. All parameters were mapped and classified into scores. Maps were overlaid with scoring method to produce potential site for dairy farming. Matching method is used with social data which were numbers of laborer and numbers of agriculture production, to produce priority potential site for dairy farming. The results are potential location physically for farming in 4 classes, which are good (2nd class), medium (3rd class), poor (4th class), and very poor (5th class). The region of this research is totally 18686.84 ha. Bulu district has 2th class potential area of 944.46 ha (36.3%), 3rd class 4512.20 ha (51.01%) 4th class 3210.42 ha (36.30%), and 5th class 178.11 ha (2.01%) of total area of Bulu district that was 8845.19 ha. research. Kedu district has 2nd class potential area of 2594 ha (62.31%), 3rd class 1326.13 ha (31.85%), and 4th class 243.15 ha (5.84%) of total area of Kedu district, that was 4163.32 ha, and has no 5th class in the district. Kandangan district has 2nd class potential area of 3568.5 ha (62.84%), 3rd class 1834.41 ha (32.31%), and 4th class 275.38 ha (4.85%) of total area of Kandangan district, that was 5678.33 ha and 5th class potential area. The recommendation for regional developing link to dairy farming is suggesting to Kandangan district as main priority, Kedu district as second priority and Bulu district as third priority. This research proves that remote sensing satellite image and technique, and GIS are good tools for inventing data and making zonations of potential location for dairy farming

Kata Kunci : Peternakan sapi perah,foto udara, sistem informasi geografis,Temanggung,Jawa Tengah,Bulu, Kandangan,Kedu

  1. S1-2004-105834-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-105834-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-105834-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-105834-Title.pdf