Laporkan Masalah

Evaluasi praktek konservasi tanah cara teras bangku di DAS Tinalah kabupaten Kulonprogo

Kus Nugroho Ariyanto, Drs. Tukidal Yuniato, M.Sc; Djati Mardiatno, S.Si., M.Si.

2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian evaluasi konservasi tanah cara teras bangku dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tinalah Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi konservasi tanah cara teras bangku, mengevaluasi praktek konservasi tanah cara teras bangku dalam menurunkan laju erosi, dan menentukan arahan praktek konservasi tanah yang sesuai dilakukan di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei, dengan tahapan survei terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan data, dan analisis data. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan bentanglahan dengan satuan lahan sebagai satuan pemetaan. Satuan lahan disusun berdasarkan tumpangsusun peta bentuklahan, peta lereng, dan peta tanah. Pengumpulan data menggunakan metode stratified purposive sampling, yaitu menggunakan strata satuan lahan dan pertimbangan satuan lahan yang melakukan konservasi tanah cara teras bangku. Evaluasi ini mengacu pada teknik rancangan konservasi mekanik dilengkapi vegetatif dalam DAS dari Sukmana (1993), berdasarkan kombinasi faktor-faktor kedalaman tanah, kepekaan tanah terhadap erosi (erodibilitas tanah), dan kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi tanah cara teras bangku yang tidak sesuai meliputi luas 277,97 ha (23,92%) dan konservasi tanah cara teras bangku yang sesuai meliputi luas 884,18 ha (76,08%). Faktor yang menjadi pembatas utama adalah kemiringan lereng dengan sudut lebih dari 30% seluas 62,5%. Pembatas yang lain adalah erodibilitas tanah dengan klasifikasi tinggi dan sangat tinggi seluas 37,5%. Satuan lahan yang tidak sesuai dilakukan konservasi tanah cara teras bangku dilakukan rekomendasi konservasi tanah yang sesuai dengan mengacu pada teknik rancangan konservasi dari Sukmana (1993), yaitu dengan menggunakan teras guludan ditambah rumput/legum penguat teras dan teras individu ditambah rumput/legum penutup teras.

Research of soil conservation evaluation using the bench terrace technique was conducted in Tinalah Waterhed, Kulonprogo. This research aims to observe the factors influencing soil conservation of the bench terrace technique, to evaluate its use with reference to reducing erosion speed and determining practical application of soil conservation appropiate to the research area. This research was conducted through a survey, consisting of data collection, data processing and analysis. The landform approach with the land unit as the mapping unit, was used in this research. The land unit was composed according to the overlay of a landform map, a slope map and a soil map. The data were collected by a stratified purposive sampling, by considering the land unit stratification with land unit that was used soil conservation with bench terrace technics considerations. This evaluation referred to the mechanical conservation design that was combined with the vegetative design in watershed (Sukmana, 1993). The factors considered were the soil depth, soil erodibility and slope steepness. The results of this research indicates that the bench terrace technique was inappropriate in an area extending for 277,97 ha (23,92%), and the area where soil conservation of the bench terrace was appropriate extended for 884,18 ha (76,08%). The main constraint in the inappropriate area was slope steepness of over 30% which extended to 62,5%. Another constraint was soil erodibility, which was classified as high and very high was equal to 37,5%. In the land units, which were not appropriate for soil conservation of bench terrace technique, soil conservation was recommended by Sukmana's conservation design (1993), i.e. by using guludan terrace combinate with terrace-strengthening grass as well as individual terrace combined with terrace-covering grass.

Kata Kunci : konservasi, teras bangku, Sukmana, kedalaman tanah, kepekaan erosi tanah, kemiringan lereng,conservation, bench terrace, Sukmana, soil depth, soil erodibility, slope steepness

  1. S1-2004-130023-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-130023-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-130023-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-130023-Title.pdf