Kontribusi Keuntungan usahatani sayuran terhadap pendapatan petani di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya
DARA, Ermina Komala, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanBudidaya sayuran di Kota Palangka Raya dilakukan petani sebagai usaha pokok untuk memperoleh keuntungan dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan sayuran. Peluang untuk mengusahakan sayuran dataran rendah di Kota Palangka Raya masih menjanjikan, karena itu dibutuhkan data/pengetahuan tentang analisis usahatani sayuran di Kota Palangka Raya, pola tanam sayuran yang dapat memberikan pendapatan relatif tinggi, dan seberapa besar kontribusi usahatani sayuran terhadap pendapatan total petani di Kota Palangka Raya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Propinsi Kalimantan Tengah. Pengambilan sampel sebanyak 50 petani yang diambil secara acak sederhana. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa responden petani sayuran di Kelurahan Kalampangan yang memiliki jumlah anggota keluarga 3-5 orang memiliki pendapatan tertinggi. Luas lahan untuk usahatani sayuran yang semakin luas akan meningkatkan keuntungan; pendapatan petani tertinggi pada kelompok luas lahan >3050 m2; sebagian besar menjual hasil panenannya berdasarkan satuan tertentu kepada pedagang sayuran. Pola tanam sayuran yang diterapkan petani ada 9 macam dan pada umumnya menggunakan sistem tumpang gilir. Keuntungan usahatani sayuran per 2500 m2 tertinggi pada pola tanam sawi-kangkung-jagung manis dan terendah pada pola tanam jagung manis-sawi. Keuntungan usahatani sayuran berbeda-beda antar pola tanam dibuktikan dengan pengujian F-test. Kontribusi usahatani sayuran terhadap pendapatan petani di Kota Palangka Raya sebesar 51,96% sedangkan 37,95% lainnya berasal dari pendapatan usahatani di luar usahatani sayuran, seperti usaha ternak ayam, sapi, itik dan 10,09% pendapatan di luar usahatani, seperti tukang atau buruh bangunan. Kontribusi usahatani sayuran relatif lebih tinggi daripada kontribusi dari non usahatani sayuran dan non usahatani. Hal ini dibuktikan dengan pengujian F-test.
Growing vegetables in Palangka Raya City has been doing by farmers to get income and sufficient the necessities of vegetable. The opportunitty to cultivate vegetables in Palangka Raya City has been to oppened, therefore it nedded the data or knowledge about analysis from on-farm of vegetables, cropping pattern will be getting high income, and contribute from on-farm of vegetables to the house hold farmer’s income in Palangka Raya City. The data to be used in this research were the primary data and the secondary data. This research was conducted in Kalampangan Village, Sebangau Sub-district, Palangka Raya City, Central Kalimantan province. The location of this research are taken purposivelly based on the consideration that it have many farmers to cultivated vegetables. The samples are taken simple ramdom sampling about 50 farmers. The method of analysis are using descriptive analysis method. The result concluded that sample of vegetables farmer’s in Kalampangan village who sum of family members 3-5 person have the highest income. Farmer have the highest income on size of land for on-farm of vegetables >3000 m2. Farmer selling vegetables based on spesific unit to vegetables sales. The highest profit from on-farm of vegetables at petsai-swamp cabbage-sweet corn cropping pattern The less profit at sweet corn-petsai cropping pattern. Profit from on-farm of vegetables was different based on cropping pattern with F-test. Contribution of profit on-farm of vegetables to household farmer’s income as much as 51,96% and 37,95% come from on-farm non vegetables and 10,09% come from off-farm. The different between contribution of on-farm of vegetables to household farmer’s income and onfarm non vegetables and non on-farm is significant with F-test.
Kata Kunci : Usahatani Sayuran,Pendapatan Petani, profit from on-farm of vegetables, cropping pattern, the contribution from on-farm of vegetables.