Pengaruh Senam Wajah dan Cryotherapy Pada Lansia Panti Tresna Wrena Pakem terhadap Viskositas Saliva
Maylize Vernica Hemaputri, drg. Nunuk Purwanti, M.Kes., Ph.D.; drg. Aryan Morita, M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Sekresi saliva pada lansia mengalami penurunan karena proses penuaan dan kondisi polifarmasi. Penurunan produksi saliva tersebut akan memengaruhi viskositas saliva yang cenderung meningkat. Viskositas yang tinggi menyebabkan sisa makanan mudah menempel pada gigi, yang kemudian mempercepat terbentuknya plak dan karang gigi. Terapi non-farmakologis seperti senam wajah dan cryotherapy perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam wajah dan cryotherapy terhadap viskositas saliva pada lansia di Panti Tresna Wreda Pakem.
Penelitian menggunakan desain uji klinis dengan cross over design pada 24 lansia, yang dipilih melalui purposive sampling. Pembagian intervensi dilakukan menggunakan metode envelope concealment menjadi dua kelompok. Intervensi dilakukan selama tiga minggu dengan satu minggu sebagai periode washout. Viskositas saliva diukur menggunakan sudut kontak, dengan sessile drop method. Data diuji normalitas dan homogenitasnya dengan uji Shapiro-Wilk dan uji Levene (p>0,05), kemudian akan dianalisis secara parametrik menggunakan uji paired T-test dan independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan viskositas saliva pada masing-masing intervensi.
Intervensi senam wajah mengalami penurunan dari 43,772 derajat menjadi 42,958 derajat, sedangkan cryotherapy menurun dari 43,791 derajat menjadi 42,564 derajat. Selisih intervensi senam wajah sebesar 0,841 derajat, sedangkan cryotherapy sebesar 1,227 derajat. Uji paired T-test menunjukkan bahwa adanya pengaruh signifikan pada kedua intervensi (p<0> cryotherapy memberikan penurunan yang lebih besar. Kesimpulan penelitian ini adalah intervensi senam wajah dan cryotherapy dapat menurunkan viskositas saliva. Intervensi cryotherapy dapat menurunkan viskositas saliva yang lebih besar dibandingkan senam wajah. Penurunan tersebut dapat meningkatkan efek self cleansing di rongga mulut lansia.
Saliva secretion in the elderly decreases due to the aging process and polypharmacy. This reduction increases saliva viscosity, causing food debris to easily adhere to teeth and accelerate plaque and tartar formation. Non-pharmacological therapies, such as facial exercises and cryotherapy, are needed to address this problem. This study aimed to determine the effects of facial exercises and cryotherapy on saliva viscosity in elderly residents of Panti Tresna Wreda Pakem.
The study employed a clinical trial with a crossover design involving 24 elderly participants selected through purposive sampling. Participants were divided into two intervention groups using the envelope concealment method. Each intervention lasted for three weeks, separated by a one-week washout period. Saliva viscosity was measured using the contact angle through the sessile drop method. Data were tested for normality and homogeneity using the Shapiro–Wilk and Levene’s tests (p>0.05), and analyzed parametrically with paired and independent T-tests.
Results showed a decrease in saliva viscosity in both interventions. In the facial exercise intervention, the contact angle decreased from 43.772° to 42.958°, while in the cryotherapy intervention, it decreased from 43.791° to 42.564°. The mean differences were 0.841° and 1.227°, respectively. Paired T-tests indicated significant effects in reducing saliva viscosity for both interventions (p<0>
Kata Kunci : Cryotherapy, Lansia, Senam wajah, Viskositas saliva