Pola Penyakit Menular Seksual Di RSUP Dr. Sardjito Tahun 1988-1992
Herly Soedarmadi, Dr. K. Etnawati, M.P.H. ; Dra. Budi Mulyaningsih, Apt., MS
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPMS merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. Timbulnya permasalahan PMS antara lain disebabkan oleh spektrumnya yang semakin meluas, terdapatnya penderita tanpa gejala, menurunnya nilai-nilai etik dan moral dengan adanya perubahan perilaku seksual serta cara pencegahan vang belum efektif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pola distribusi beberapa jenis PMS di RSUP Dr. Sardjito tahun 1988-1992. Data yang diambil meliputi jenis PMS, umur, jenis kelamin, pekerjaan dan status perkawinan. Dari 1947 kasus PMS yang tercatat, penderita laki-laki lebih banyak dari pada wanita dengan perbandingan 1267:680 = 1,9:1, secara statistik perbedaan ini bermakna ( X*> = 944,62 , P < 0,05 ). Kasus PMS banyak terjadi pada kelompok umur 15-44 tahun. Menurut statistik, jumlah penderita dengan golongan umur 15-44 tahun dan penderita golongan umur 1-14 tahun menunjukkan perbedaan bermakna (X* =43,1, P < 0,05 ). Jumlah penderita golongan umur 15-44 tahun dan penderita golongan umur 45-64 tahun juga menunjukkan perbedaan bermakna (X* =78,03, P < 0,05 ). Urutan jenis PMS dari yang paling sering adalah uretritis gonore 662 kasus (34,00%), uretritis non gonore 375 kasus (19,26%), keputihan 369 kasus (18,95%), kondiloma akuminata 331 kasus (17,00%), herpes genitalis 199 kasus (10,23%), sifilis dini 8 kasus (0,41%), granuloma inguinale 2 kasus (0,10%), ulkus molle 1 kasus (0,05%) dan limfogranuloma venereum (0,00%). Penderita PMS sebagian besar berada pada kelompok pelajar/mahasiswa, yaitu sebanyak 955 kasus (49,05%), disusul oleh kelompok pegawai negeri sipil dan pegawai swasta, masing-masing 443 kasus (22,70%) dan 372 kasus (19,11%). Pada kelompok buruh paling sedikit ditemukan kasus PMS yvaitu sebanyak 177 kasus {(9,09%). Penderita PMS sebagian besar berstatus belum menikah (57,42%), disusul oleh penderita PMS dengan status telah menikah (42,48%) dan penderita PMS dengan status duda (0,10%).
Kata Kunci : PMS, RSUP Dr. Sardjito