INSIDENSI SERANGAN HAMA LANDAK JAWA (Hystrix javanica) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Sofyan Ibrahim, Prof. Dr. Ir. FX. Wagiman, S.U., Dr. Tri Harjaka, S. P., M. P.
2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Konflik antara Landak Jawa (Hystrix javanica) dan petani di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, merupakan persoalan konservasi dan agrikultur yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komoditas paling rentan serta menganalisis tingkat insidensi, kerugian ekonomi, dan faktor-faktor yang memengaruhi serangan Landak Jawa, termasuk persepsi dan sikap petani. Metode penelitian melibatkan survei lapangan, observasi habitat, dan wawancara mendalam dengan 30 responden petani menggunakan kuesioner dan analisis Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Landak Jawa menjadi hama serius di Kapanewon Ponjong, terutama menyerang kacang tanah, ubi kayu, dan jagung, dengan pola serangan nokturnal dan meningkat saat musim hujan. Kerugian ekonomi signifikan, terutama pada ubi kayu (hingga Rp21.000.000 per 0,25 ha) dengan tingkat kerusakan 80–100%. Serangan dipengaruhi oleh faktor ekologis dan spasial, seperti kekurangan pakan alami, tingginya populasi Landak Jawa, dan tidak adanya batas jelas antara habitat liar dan lahan pertanian. Petani menyadari seriusnya masalah ini, menunjukkan sikap dilematis: risau dan khawatir atas kerugian, namun juga kasihan pada Landak Jawa. Dalam tindakan, mayoritas petani memilih metode pengendalian non-lethal dan kolektif, dengan penggunaan jaring sebagai metode mekanis yang dinilai cukup efektif.
The conflict between Javanese Porcupines (Hystrix javanica) and farmers in Ponjong District, Gunungkidul Regency, is a complex conservation and agricultural issue. This study aims to identify the most vulnerable crops and analyze the incidence, economic losses, and factors influencing Javan Porcupine attacks, including farmers’ perceptions and attitudes. The research methods involved field surveys, habitat observations, and in-depth interviews with 30 farmers using questionnaires and Likert scale analysis. The results indicate that Javan Porcupines are a serious pest in Ponjong District, primarily attacking peanuts, cassava, and corn, with nocturnal attack patterns that increase during the rainy season. Economic losses are significant, especially for cassava (up to IDR 21,000,000 per 0.25 ha), with damage levels reaching 80–100%. Attacks are influenced by ecological and spatial factors, such as limited natural food sources, high local porcupine populations, and unclear boundaries between wild habitats and farmland. Farmers are highly aware of the severity of the problem, exhibiting a conflicted attitude: concerned and anxious about their losses, yet sympathetic toward the porcupines. In practice, most farmers prefer non-lethal, collective control methods, with netting as a mechanical method that is considered fairly effective.
Kata Kunci : Insidensi, Kerugian Ekonomi, Konflik Satwa-Manusia, Landak Jawa (Hystrix javanica).