Dampak Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) terhadap pendapatan masyarakat :: Studi kasus di Desa Menjangan Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, 2004
AZIS, Abdul, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Menjangan Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini juga menganalisis perkembangan tingkat pendapatan peserta pinjaman bergulir, sasaran pelaksanaan program, keberlanjutan program, selain itu juga untuk mengetahui beberapa penyebab peningkatan pendapatan masyarakat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, dengan mengunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara langsung kepada anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) penerima dana pinjaman bergulir Program P2KP. Data sekunder diperoleh melalui instansi pemerintah terkait dan laporan pelaksanaan Program P2KP. Desain sampling dalam penelitian ini menggunakan Stratified Sampling dengan metode sampel random stratifikasi proporsional, yaitu dengan mengambil jumlah sampel secara proporsional dari tiap-tiap populasi strata dengan mengambil 20% dari populasi. Hal ini bertujuan agar semua elemen dari populasi dapat terwakili oleh sampel yang terpilih. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Program P2KP mampu meningkatkan pendapatan masyarakat rata-rata 37,58% dengan tingkat efisiensi penggunaan pinjaman bergulir P2KP terhadap peningkatan pendapatan per hari adalah 1,73%, ini berarti rata-rata setiap pinjaman bergulir senilai Rp100.000,- akan mampu meningkatkan pendapatan senilai Rp1.730,- per hari. Kenaikan pendapatan masyarakat ini disebabkan antara lain bertambahnya modal, bertambahnya jenis usaha, bertambahnya produksi, memperluas daerah pemasaran, menambah jenis dan jumlah barang dagangan serta kesempatan membuka usaha baru. Sasaran Program P2KP sudah sesuai dengan tujuan yaitu menjangkau masyarakat miskin, karena 2/3 dari anggota KSM masuk dalam kategori miskin. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap program dan pelaksanaan P2KP secara keseluruhan sudah cukup baik. Keberlangsungan program sampai dengan tahun 2004 saat penelitian ini dilakukan relatif masih rendah yaitu 32,84% karena dari 39 KSM belum ada yang jatuh tempo dan juga masih rentan terhadap kemacetan.
This research is aimed to identify the impacts of Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) (Urban Poverty Tackling Project) as an attempt to increase the people income in Menjangan Village District of Bojong Pekalongan Regency. The research also analyzes the growth of the income rate of the acceptors of the revolving funds, the development of the program‘s target achievements, the continuity of the program, as well as to identify factors that influence the increasing income of the target population. This research uses quantitative-descriptive and qualitative-descriptive methods using primary and secondary data. Primary data is obtained by conducting interviews and distributing questionnaires to the acceptors of the revolving funds from P2KP program. The acceptors are members of so-called Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Secondary data is taken from the related government institutions and the progress reports of P2KP program. This research uses proportional stratified random sampling method, in which samples are taken proportionally from 20% of each stratum of population so that all elements of the population can be represented by the chosen samples. The results of the research indicate that P2KP program can increase the income of the participants 37.86% in average. The efficiency level of the usage of the revolving funds to the increase of the participant daily income is 1.72%. It means that every Rp100,000 of the revolving funds would be able to increase the participant income Rp1,730 a day in average. The increase of the people income happens because of the enhancement of capital, the existence of new types of business, the increase of production, the extension of market area, the addition of types and amount of trading goods, as well as the opportunity to conduct new businesses. The target of P2KP program has been appropriate with the purpose of the program that is to reach poor people, 2/3 of KSM members are of the category of poor people. The people understanding about P2KP and its implementation has been good in general. The continuity of the program in the research period (2004) was still low, i.e. 32.84%. It was caused by the fact that none of 39 KSMs have come to be due to debt payment. Besides, the revolving fund was still susceptible to stagnate.
Kata Kunci : Kemiskinan,P2KP,Pendapatan Masyarakat, P2KP, KSM, Poverty, Revolving funds, Income