Laporkan Masalah

Pengaruh pengeluaran pemerintah dan kredit investasi swasta terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, 1987-2003

RAHARJO, Yoso, Dr. Catur Sugiyanto, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah untuk belanja rutin dan pembangunan, dan kredit investasi swasta terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri, sektor perdagangan, sektor angkutan dan komunikasi, dan sektor jasa di Kabupaten Kebumen selama kurun waktu 1987 – 2003. Di samping itu penelitian ini juga ingin mengidentifikasi sektor – sektor ekonomi yang mempunyai keunggulan dalam penyerapan tenaga kerja dari Tahun 1996 – 2003. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder runtun waktu (time series) yang terdiri dari data pengeluaran pemerintah untuk belanja rutin dan pembangunan, kredit investasi swasta adalah kredit yang diberikan oleh bank umum di Kebumen untuk modal kerja dan investasi pada sektor industri, perdagangan, angkutan dan komunikasi, dan sektor jasa, serta data penyerapan tenaga kerja pada sektor industri, perdagangan, angkutan dan komunikasi, dan sektor jasa yang diperoleh dari BAPPEDA Kabupaten Kebumen, BPS Kabupaten Kebumen, Bagian Keuangan SETDA Kebumen, BPS Provinsi Jawa Tengah dan BI Provinsi Jawa Tengah. Data pengeluaran pemerintah dan kredit investasi swasta disajikan berdasarkan harga konstan dengan tahun dasar 1993. Untuk data pengeluaran pemerintah sebelum tahun 2000 yang berdasarkan tahun anggaran dimodifikasi ke dalam tahun takwim dengan metode interpolasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi dengan model variabel dummy untuk melihat ada tidaknya perubahan struktural antara sebelum dan setelah krisis ekonomi, metode regresi dengan Partial Adjusment Model (PAM) untuk mengetahui pengaruh dalam jangka panjang, dan analisis Location Quotient. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode sebelum krisis ekonomi pengeluaran pemerintah untuk belanja rutin dan pembangunan berpengaruh positif dan signifikan, dan kredit investasi swasta berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Setiap kenaikan pengeluaran pemerintah untuk belanja rutin sebesar dua juta rupiah akan menambah tenaga kerja yang terserap sebesar tiga orang. Setiap kenaikan pengeluaran pemerintah untuk belanja pembangunan sebesar satu juta rupiah akan menambah tenaga kerja yang terserap sebesar satu orang. Sementara pada periode setelah krisis ekonomi hanya pengeluaran pemerintah untuk belanja rutin yang signifikan. Untuk menambah tenaga kerja yang terserap sebesar satu orang dibutuhkan kenaikan pengeluaran pemerintah untuk belanja rutin sebesar Rp33,33 juta. Untuk hasil analisis model jangka panjang, model yang digunakan tidak lolos dari syarat PAM artinya model tidak dapat menjelaskan pengaruh pengeluaran pemerintah dan kredit investasi swasta terhadap penyerapan tenaga kerja dalam jangka panjang. Sektor ekonomi yang mempunyai keunggulan dalam penyerapan tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan nilai LQ 1,2 dan sektor jasa dengan nilai LQ 1,74. xi

This research attempts to analyse the influence of government expenditure and private investment credit to the absorption of the employee on industries sector, trade sector, transportation and communication, and services sector in Kebumen Regency for period of 1987 to 2003. This research also to identify the economy sectors which leading in the absorption of the employee from 1996 to 2003. The data used in this research are secondary data of time series that consist of government expenditure for routine spend and development spend, private investment credit is comercial banks credits to community in Kebumen by tipe credits on working capital and investment in industry sector, trade sector, transportation and communication sector, and business services sector, and data of the absorption of the employee on industries sector, trade sector, transportation and communcation, and services sector. All of the data obtained from BAPPEDA Kebumen Regency, BPS Kebumen Regency, Bag. Keuangan SETDA Kebumen, BPS Central Java Province, and BI Central Java Province. The data of government expenditure and private investment credit based on constant price with basic year of 1993. For government expenditure before year 2000 which were used budget year modified into fiscal year throught interpolation method. The data are analysed using dummy variable model looking for structural changed in period before and after economic crisis, Partial Adjusment Model (PAM) for influence in long run, and Location Quotient analysis. The result of analysis on dummy variable model showed that in period before crisis, government expenditure on routine spend and development spend positively influential and significant, and private investment credit positively influential but not significant to the absorption of the employee. Every two millions of rupiah increasing of the government expenditure for routine spend would incresing three person the employee absorpted. Similarly with every improvement one millions of rupiah of the government expenditure on development spend would increse one person the employee absorpted. So, in period after crisis economic only variable government expenditure on routine spend positively influential and significant. In the cased for added one person the employee absorpted need increasing of the government expenditure for routine spend Rp33,33 millions. For The result of analysis on Partial Adjusment Model (PAM), coeficient of parameter lagged one variable the absorption of the employee (PTKt-1) not significant, it’s mean model can’t explain the influence of government expenditure and private investment credit to the absorption of the employee in long run. The economic sector which leading in the the absorption of the employee were agriculture sector with LQ value 1,20 and services sector with LQ value 1,74. xii

Kata Kunci : Investasi, Kesempatan Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.