Kajian potensi wilayah pertanian untuk pengembangan agroinudstri di kabupaten Bojonegoro
Inung Sektiyawan, Drs. Prabowo Adi Nugroho, M.Sc.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKabupaten Bojonegoro merupakan daerah yang mengandalkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam pembangunan wilayahnya. Tujuan studi ini adalah pertama, mengidentifikasi potensi produksi pertanian yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Kedua, mengkaji potensi wilayah pertanian dalam mendukung pengembangan agroindustri beserta pola persebarannya. Ketiga, mengetahui keterkaitan antara potensi wilayah pertanian dengan tingkat perkembangan wilayah. Keempat, memberikan alternatif arahan pengembangan agroindustri di Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisa data sekunder dan pengamatan di lapangan. Data diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian ini. Teknik analisa yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah penskalaan, pengkelasan, Location Quotient, analisa peta, matching, skoring, overlay peta, skalogram, matriks hubungan, analisa kebijakan dan analisa deskriptif. Penelitian ini menarik kesimpulan sebagai berikut, pertama, bahwa potensi pertanian di Kabupaten Bojonegoro terbagi dalam sub sektor pertanian tanaman Padi dan Palawija, hortikultura (buah-buahan), perkebunan dan sub sektor peternakan. Potensi produksi pertanian tersebut tersebar di masing-masing kecamatan dengan jumlah dan jenis yang berbeda-beda. Kedua, bahwa potensi produksi tersebut mampu menyediakan bahan baku yang dibutuhkan dalam agroindustri dari hasil keseimbangan produksi dan konsumsi. Pola sebaran ketersediaan produksi komoditas pertanian bervariasi untuk tiap wilayah. Pola persebaran komoditas pertanian tanaman padi dan palawija secara keseluruhan berada di wilayah bagian barat, buah-buahan berkembang merata di setiap wilayah, pekebunan berkembang di barat dan selatan, sedangkan peternakan berkembang di wilayah timur. Dari tipologi komoditas wilayahnya, tiap kecamatan mempunyai komoditas unggulan yang dapat dijadikan bahan baku agroindustri. Ketiga, bentuk keterkaitan potensi wilayah pertanian di daerah penelitian adalah bahwa wilayah pertanian tanaman padi dan palawija mempunyai potensi tinggi cenderung lebih berkembang pada wilayah yang tingkat perkembangannya rendah, potensi buah-buahan dan perkebunan berkembang di wilayah dengan tingkat perkembangan yang tinggi sedangkan sub sektor peternakan berkembang sama baiknya di dua tipe wilayah. Hasil akhir penelitian memberikan rekomendasi kebijakan dalam pengembangan agroindustri dan pengembangan wilayah berdasarkan merekapitulasi potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah, yang meliputi komoditas unggulan sektor pertanian, tingkat perkembangan wilayah, kegiatan agroindustri yang ada dan rencana pengembangan agroindustri dari pemerintah daerah. Tipologi potensi wilayah pertanian membantu dalam menentukan prioritas pengembangan agroindustri pada masing-masing tipe wilayah. Implikasi kebijakan untuk tiap-tiap tipe wilayah juga berbeda sesuai dengan prioritas pengembangan yang ditentukan. Wilayah dengan potensi pertanian tinggi namun belum optimal dalam pengembangan agroindustri serta wilayah tersebut kurang berkembang, menjadi prioritas pengembangan I. Potensi pertanian yang sesuai atau sudah optimal pengembangan agroindustri, sehingga wilayahnya berkembang sesuai potensinya menjadi prioritas II. Potensi pertanian yang kurang berkembang, namun wilayahnya sudah maju, menjadikan wilayah tersebut menjadi prioritas pengembangan III. Kebijakan prioritas pengembangan agroindustri tersebut didasarkan pada sub-sub sektor pertanian.
-
Kata Kunci : Pengembangan agroindustri,Potensi wilayah pertanian,Bojonegoro,Jawa Timur