Laporkan Masalah

Penggunaan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk zonasi tingkat kerawanan bahaya kebakaran permukiman di kota Palangkaraya Kalimantan Tengah

Indah Arie Permatasari, Drs. Noorhadi Rahardjo, M.Sc.,P.M.; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Kebakaran merupakan bahaya yang sering terjadi di Kota Palangkaraya. Mengingat kerugian ditimbulkannya sangat besar maka perlu adanya upaya pencegahan dan penanggulangan, salah satunya dengan pemantauan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu secara berkala agar dapat diketahui perkembangannya dan dapat diketahui pula bagian dari wilayah kota yang perlu segera mendapatkan perhatian. Hal ini memerlukan sarana yang dapat menyadap data secara cepat dan murah karena pemantauan secara berkala membutuhkan kontinuitas. Penelitian dengan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan foto udara dalam memberikan informasi tentang variabel yang dapat digunakan untuk melakukan zonasi tingkat kerawanan bahaya kebakaran, serta melakukan zonasi tingkat kerawanan bahaya kebakaran. Foto udara yang digunakan adalah Foto udara Pankromatik Hitam Putih skala 1: 5.500 tahun 1989, dilengkapi dengan pengumpulan data sekunder berupa peta lokasi hidran serta data yang diperoleh dari pekerjaan lapangan yang dilaksanakan pada beberapa lokasi sampel. Penentuan jumlah dan lokasi sampling dilakukan dengan metode stratified random sampling. Variabel-variabel yang digunakan untuk melakukan zonasi tingkat kerawanan kebakaran adalah kepadatan bangunan, ukuran bangunan, lebar jalan masuk, tata letak, lokasi permukiman, jenis atap, ketersediaan hidran, ketersediaan APAR, jarak terhadap kantor pemadam kebakaran, jarak terhadap sumber air, bahan bangunan, kondisi jaringan listrik, aktivitas internal dan fasilitas penangkal petir. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa foto udara mampu memberikan informasi dari variabel yang digunakan untuk melakukan zonasi tingkat kerawanan bahaya kebakaran dan sistem informasi geografis dengan fasilitas manipulasi datanya dapat digunakan dengan baik melakukan pengolahan data spasial dalam rangka zonasi tingkat kerawanan bahaya kebakaran. Selain itu pula diketahui bahwa 35% dari daerah penelitian masuk dalam kategori tingkat kerawanan kebakaran sangat tinggi hingga tinggi, 50% masuk dalam kategori tingkat kerawanan kebakaran sedang, sedangkan 15% sisanya masuk dalam katagori tingkat kerawanan kebakaran rendah.

Fire is a danger that often happened in Palangkaraya City. It is necessary effort to make by way to prohibition and tackling, by considered about loss that can cause is very great. These the other is monitoring periodically so that knowing these developing and where the partial of the city whose needed attention. All of that need tools the thing which can record fastest and inexpensive because monitoring periodically need continuity. Purposes of this study are knowing capability of aerial photograph to give an information about variables that can use to make zonation the degree on unsafe on dangerous fire, also make zonation the degree of unsafe on dangerous fire too. The aerial photograph which used is black and white panchromatic scale 1: 5.500 in 1989, completely by secondary data that is hydrant position map also data whose collecting from fieldwork in many location samples. Act of exterminating the samples with stratified random sampling method. These variables that used in this study are density of building, size of building, wide of street in, position arrangement, residence location, kind of roof, hydrant availability, APAR availability, distance between putting out of fire office, distance between source water, building material, electricity network condition, internal activity, and facility of preventive thunderbolt. This conclusions of this study are that aerial photograph that used in this study was give information abut variable that used in zonation the degree on unsafe on dangerous fire, and Geographic Information System, which there data manipulation facility can fine used to spatial data analyses on framework to make zonation the degree of unsafe on dangerous fire. In addition to in these study knows that 35% of area study include area which have high degree on unsafe on dangerous fire, 50% include in medium degree of unsafe on dangerous fire, and 15% remainder of there include in low degree of unsafe on dangerous fire

Kata Kunci : Zonasi bahaya kebakaran,Foto udara,Sistem informasi geografis ,permukiman kota,Palangkaraya,Kalimantan Tengah

  1. S1-2004-105733-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-105733-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-105733-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-105733-Title.pdf