Laporkan Masalah

Aplikasi Penginderaan Jauh untuk mengetahui kualitas lingkungan permukiman dalam hubungannya dengan tingkat pendapatan di kecamatan Serengan dan Pasar Kliwon kota Surakarta

Mishayani, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Dra. Endang Saraswati, M.S.

2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan foto udara untuk menyadap informasi variabel yang digunakan untuk menilai kualitas lingkungan permukiman dan mengetahui hubungan kualitas lingkungan permukiman dengan tingkat pendapatan di daerah penelitian. Tujuan penelitian ini dicapai dengan teknik penginderaan jauh secara visual disertai kerja lapangan dengan pendekatan fisik lingkungan permukiman atas dasar keseragaman kenampakan yang dapat diamati dari foto udara pankromatik berwarna skala 1: 6000. Melalui uji ketelitian hasil interpretasi pada sampel yang ditentukan dengan teknik stratified random sampling. Setelah diperoleh sampel unit permukiman kemudian data tingkat pendapatan ditelusuri dan sampel responden ditentukan secara acak proporsional. Analisis data dilakukan dengan metode pengharkatan (scoring) yaitu pemberian nilai pada masing-masing variabel kualitas lingkungan permukiman ke dalam 3 kelas lingkungan permukiman yaitu kelas baik (I), kelas sedang (II) dan kelas buruk (III). Kualitas lingkungan permukiman diperoleh sebagian besar didominasi oleh kualitas lingkungan permukiman sedang dengan luas 297.67 ha (56,94%), kemudian klas buruk dengan luas 201,45 ha (38,53) dan klas kualitas lingkungan permukiman baik dengan luasan 23,66 ha (4,53 %). Klasifikasi juga dilakukan terhadap data tingkat pendapatan dengan jumlah kelas yang sama dengan kualitas lingkungan permukiman yaitu kelas tinggi (I), kelas sedang (II) dan kelas rendah (III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara yang digunakan dapat digunakan untuk menyadap variabel-variabel kualitas lingkungan permukiman dengan ketelitian rata-rata sebesar 83,3 %. Dengan asumsi bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan maka kualitas lingkungan permukiman semakin baik, maka dilakukan analisis spasial untuk mengetahui hubungan antara kualitas lingkungan permukiman dengan tingkat pendapatan yaitu dengan menumpangsusunkan peta kualitas lingkungan permukiman dengan tingkat pendapatan dan kemudian dihitung koefisien kontingensi "Contingency Coeeficient" (C). Nilai C (koefisien kontingensi) diperoleh 0,66. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kualitas lingkungan permukiman dengan tingkat pendapatan di daerah penelitian

-

Kata Kunci : Kualitas lingkungan permukiman,penginderaan jauh,pendapatan masyarakat,Serengan,Surakarta,Jawa Tengah

  1. S1-2003-94290-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-94290-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-94290-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-94290-Title.pdf