Perubahan pola pengeluaran rumah tangga di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1996 dan 1999 ( Analisis data susenas kor tahun 1996 dan 1999)
Lasono, Prof. Drs. Kasto, M.A.
2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKrisis ekonomi telah menyebabkan perubahan pola pengeluaran rumah tangga sebagai salah satu usaha untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup rumah tangga bersangkutan. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki empat kabupaten dan satu kota, mengalami masalah sama. Terjadinya perubahan pola pengeluaran rumah tangga pada tahun 1996 dan 1999 menarik untuk dikaji, karena perubahan pada tahun 1996 dan 1999 dapat memberikan gambaran adanya perubahan sebelum dan pasca krisis ekonomi yang puncaknya terjadi pada tahun 1997 sampai tahun 1999. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola pengeluaran yang terjadi pada tahun 1996 dan tahun 1999 menurut kabupaten/kota serta untuk mengetahui pola pengeluaran untuk kesehatan dan pendidikan, karena kedua hal tersebut merupakan indikator yang dapat menentukan kualitas Sumber Daya Manusia. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data SUSENAS tahun 1996 dan tahun 1999 karena data SUSENAS pada tahun tersebut dapat menginformasikan adanya trend atau kecenderungan yang terjadi pada perubahan pola pengeluaran rumah tangga yang terjadi sebelum dan pasca krisis ekonomi. Analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif untuk menganalisis perubahan pengeluaran rumah tangga. Hasil analisa menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran makanan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1996 dan 1999 mengalami penurunan. Penurunan yang paling besar terjadi di Kota Yogyakarta dan terendah di Kabupaten Bantul. Sementara itu pengeluaran untuk pendidikan menunjukkan bahwa penurunan terbesar terdapat di Kota Yogyakarta sedangkan penurunan terendah di Kabupaten Kulon Progo. Di lain pihak pengeluaran untuk kesehatan memperlihatkan bahwa penurunan terbesar di Kabupaten Sleman sedangkan penurunan terendah di Kabupaten Kulon Progo.
Economic crisis started in the mid of 1998 has caused decreasing of people welfare. One of welfare indicators is household expenditures pattern. That is one way to make survival in household. Yogyakarta Special Region Province has four regencies and one city which has also been influenced by economic crisis. One of indicators is a changing household expenditures including volume and priority's scale. The change expenditures household will give us about resistency of people to survive in this condition. This research aim to examine expenditures change before and after economic crisis. Focus of expenditures aspects in this research include education and health because these are as a indicator of Human Resources Quality. Data used in this research is SUSENAS kor in 1996 and 1999 referring to pre and after crisis condition so we can know that trend of changing household will happen. Analysis used in this research referring to cross tabulation between variables of expenditures household to get information about percentage of household expenditures. From analysis we know that average of food expenditures in this province in 1996-1999 decreased with Yogyakarta City has the highest decreasing and Sleman has the lowest decreasing. Education expenditures in this province in 1996-1999 decreased with Yogyakarta City is the highest decreasing and Kulon Progo has the lowest decreasing in health expenditures in this province in 1996 1999 also decreased with Sleman has the highest decreasing in Kulon Progo has the lowest decreasing.
Kata Kunci : Pola Pengeluaran rumah tangga,Daerah Istimewa Yogyakarta,DIY