Laporkan Masalah

Corpus-Assisted Critical Discourse Analysis: Meaning and Representation of Love, God, and Faith in the Thai Boys’ Love trailer series of “A Ticket to Heaven” GMMTV

Alya Shalsabillah Febri Kusmulyadi, Nabilla Kusuma Vardhani, S.I.P., M.A.

2025 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi, makna, dan representasi cinta, Tuhan, dan iman dalam trailer seri A Ticket to Heaven. Untuk mencapai tujuan tersebut, studi ini menggunakan analisis wacana kritis berbantu corpus dengan teori queer, pengembangan bahasa Gee yang datanya berasal dari proses AntConc, dan diperluas dengan analisis tiga dimensi Norman Fairclough sebagai teori dan metode utama. Data primer berasal dari subtitle bahasa Inggris trailer, tanpa menyertakan elemen semiotic. Kemudian, transkripsi diproses melalui AntConc untuk mendapatkan frekuensi kata dan kata kunci dalam konteks yang kemudian dianalisis dan diberikan kode menggunakan poin ‘signifikansi’ Gee dan diperluas dalam analisis tiga dimensi Fairclough mencangkup analisis teks, diskursif, dan sosial budaya. Melalui teori dan metode tersebut, ditemukan bahwa baik konsep maupun kata cinta, Tuhan, dan iman digambarkan secara unik. Cinta digambarkan sebagai kekuatan transformatif dan berlandaskan Tuhan yang secara bersamaan menimbulkan konflik pribadi dan spiritual. Sementara itu, Tuhan dideskripsikan yang kehadirannya memberdayakan dan ketidakhadirannya menyebabkan pergeseran tanggung jawab pada manusia. Terakhir, konsep dan kata “iman” digambarkan sebagai perjalanan dinamis dan menantang di mana para karakter menegosiasikan hasrat cinta sesama jenis dengan pengabdian religius. Lebih lanjut, ketika terjemahan langsung bahasa Inggris dari serial ini adalah “Boys who don't go to heaven”, tim produksi memilih “A Ticket to Heaven” sebagai gantinya, yang membuatnya lebih mudah dipasarkan di tingkat internasional, mudah diingat, membangkitkan rasa ingin tahu penonton, dan menghindari asumsi terhadap keseluruhan cerita dalam trailer.

This study aims to discover the significance, meaning, and representation of love, god, and faith in A Ticket to Heaven’s trailer. To achieve those, the study uses a corpus-assisted critical discourse analysis with queer theory, Gee’s language building task which data coming from AntConc process, and a Fairclough’s three-dimensional analysis as the central theories and methods. The primary data comes from the trailer’s English subtitle, without including the semiotic elements. Then, the transcription is processed through AntConc to obtain the words frequency and key word in context which later are analysed and coded through ‘significance’ building task of Gee and expanded in the three-dimensional analysis of Fairclough covering textual, discursive, and social cultural analysis. Through the theories and methods, it is found that both concept and word of love, god, and faith are portrayed uniquely. Love is presented as a transformative and godly grounded force that simultaneously gives rise to personal and spiritual conflict. While, God is portrayed whose presence is empowering and absence is felt which leads to responsibility shift onto human agency. Lastly, the concept and word faith is described as a dynamic and challenging journey through which characters negotiate same-sex desire with religious devotion. Further, when the direct English translation of the series is “Boys who don’t go to heaven”, the production team chose “A Ticket to Heaven” instead which makes it more marketable in the international level, easy to remember, invites curiosity of the audience, and avoiding assumption towards the whole story of the trailer. 

Kata Kunci : A Ticket to Heaven, Boys’ Love Trailer, Critical Discourse Analysis, GMMTV

  1. D4-2025-482584-abstract.pdf  
  2. D4-2025-482584-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-482584-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-482584-title.pdf