Laporkan Masalah

Peran Doomscrolling dalam Memediasi Hubungan antara Intoleransi terhadap Ketidakpastian dengan Kesejahteraan Mental

Nadine Salsabila Sjuhada, Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Penelitian ini menguji peran doomscrolling sebagai mediator dalam hubungan antara intolerance of uncertainty (IU) dan mental well-being (MWB) pada pengguna media sosial dewasa di Indonesia. Desain penelitian adalah survei cross-sectional dengan 237 partisipan dewasa (18–65 tahun) yang menggunakan media sosial untuk mengakses berita atau informasi. Partisipan mengisi IUS-A, Doomscrolling Scale versi Indonesia, dan Warwick Edinburgh Mental Well-Being Scale (WEMWBS) Indonesia secara daring. Analisis dilakukan dengan PROCESS Model 4 dan 5.000 bootstrap, disertai uji regresi ganda dan uji beda demografis. Hasil menunjukkan bahwa IU berhubungan positif dengan doomscrolling (B = 0,55, p < .001), dan doomscrolling berhubungan negatif kuat dengan MWB (B = ?0,43, p < .001). Pola mediasi yang ditemukan konsisten dengan indirect-only mediation. Analisis eksploratori menunjukkan bahwa hanya komponen uncertainty-related distress yang secara unik memprediksi doomscrolling, sedangkan tiga komponen IU lainnya tidak signifikan. Doomscrolling juga lebih tinggi pada partisipan usia lebih muda dan pengguna utama X/Twitter. Temuan ini menyoroti doomscrolling sebagai mekanisme perilaku kunci yang menghubungkan kerentanan kognitif terkait ketidakpastian dengan penurunan kesejahteraan mental pada pengguna media sosial dewasa di Indonesia.

This study examined doomscrolling as a mediator in the relationship between intolerance of uncertainty (IU) and mental well-being (MWB) among adult social media users in Indonesia. A cross-sectional online survey was conducted with 237 Indonesian adults (18–65 years) who used social media to access news or information. Participants completed the Indonesian Intolerance of Uncertainty Scale for Adults (IUS-A), the Indonesian version of the Doomscrolling Scale, and the Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale (WEMWBS). Data were analysed using PROCESS Model 4 with 5,000 bootstrap samples, supplemented by multiple regression and group comparison analyses. Results showed that IU was positively associated with doomscrolling (B = 0.55, p < .001), and doomscrolling was strongly and negatively associated with MWB (B = ?0.43, p < .001). The pattern for total, direct, and indirect effects revealed in this study is consistent with an indirect-only mediation. Exploratory analyses indicated that only the uncertainty-related distress component uniquely predicted doomscrolling, whereas the other three IU components were non-significant. Higher doomscrolling levels were also observed among younger adults and primary X/Twitter users. These findings highlight doomscrolling as a key behavioural mechanism linking cognitive vulnerability to uncertainty with reduced mental well-being among Indonesian adult social media users.

Kata Kunci : intoleransi ketidakpastian, doomscrolling, kesejahteraan mental, media sosial, perilaku digital

  1. S2-2025-499591-abstract.pdf  
  2. S2-2025-499591-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-499591-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-499591-title.pdf