Tingkat bahaya erosi parit di daerah aliran sungai Pesing kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Istiani Widiasih, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.
2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai Pesing yang secara administratif terletak di empat wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Pleret, Kecamatan Piyungan, Kecamatan Dlingo, dan Kecamatan Imogiri yang seluruhnya termasuk wilayah Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor erosi yang paling berpengaruh terhadap tingkat bahaya erosi parit setiap satuan lahan dan mengetahui tingkat bahaya erosi parit tiap satuan lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode interpretasi foto udara dengan skala 1: 25.000 dan metode survei. Interpretasi foto udara dilakukan untuk membuat peta bentuklahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan bentang lahan dengan satuan lahan sebagai satuan pemetaan. Peta satuan lahan disusun dari tumpang susun peta bentuklahan, peta lereng, peta tanah, dan peta penggunaan lahan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu dengan membandingkan data erosi parit dengan memberi nilai kemudian diklasifikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat bahaya erosi parit adalah kemiringan lereng. Tingkat bahaya erosi parit di daerah penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu tingkat sedang dan tingkat tinggi. Tingkat bahaya erosi parit sedang meliputi luas 613,89 ha atau 41,79% dan tingkat bahaya erosi parit tinggi seluas 830,83 ha atau 52,79%, dan 79,49 ha atau 5,41% tanpa erosi parit. Tingkat bahaya erosi parit tinggi tersebar di daerah perbukitan dengan kerapatan erosi parit tinggi.
This research was carried out in Pesing River Basin which is consisted of four subdistricts ie: Pleret, Piyungan, Dlingo, and Imogiri. part of Bantul District, The Province of Yogyakarta Special Region. The aim of research is to describe the most important erosion factor that influence the gully erosion, and to study the degree of gully erosion hazard of each land unit. The methodes are consisted of aerial photo interpretation and field survey. Land unit is used as land scape in this research. Land mapping unit was constructed using overlay on the basis of landform map, slope map, soil map, and land use map. Sites samples were identiful using stratified random sampling of each mapping unit. The analysis is done according to desciptive comparing the gully erosion data by giving score and than to classified. Result of the research show that the most erosion factor which influence the existance of gully erosion is the slope steepness factor. There are two gully erosion hazard classes i.c.: moderate and high. The moderate gully erosion hazard class is covered about 650,4 ha or 44,28%, while as high gully erosion hazard class is amounted about 738,78 ha or 50,3% and about 79,49 ha or 5,41% no gully erosion hazard.
Kata Kunci : Bahaya erosi parit,DAS pesing,Bantul,DIY