Efektivitas Nanospray CMC/ACP Cangkang Achatina fulica dan Minyak Atsiri Zingiber officinale var. rubrum sebagai Agen Remineralisasi Biomimetik terhadap Kekerasan Dentin
Natalia Gabriella Suryawibowo, Prof. Dr. drg. Archadian Nuryanti, M.Kes.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Demineralisasi gigi adalah larutnya ion kalsium dan fosfat dari dentin akibat paparan asam (pH<6>nanospray CMC/ACP cangkang Achatina fulica dan minyak atsiri Zingiber officinale var. rubrum sebagai agen remineralisasi biomimetik terhadap kekerasan dentin. Penelitian eksperimen semu in vitro ini menggunakan 59 spesimen dentin non-infeksius dari gigi seri sapi. Subjek dibagi menjadi sembilan kelompok berdasarkan kombinasi tiga perlakuan (kontrol negatif: nanospray CMC dan minyak atsiri jahe merah; perlakuan: nanospray CMC/ACP cangkang bekicot dan minyak atsiri jahe merah; kontrol positif: Pepsodent Sensitive Mineral Expert Original) dan tiga durasi (3, 5, dan 7 hari). Kekerasan permukaan dentin diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan Vickers Hardness Tester. Data dianalisis dengan ANAVA 2 jalur dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil analisis statistika ANAVA 2 jalur menunjukkan nilai signifikansi p>0,05 untuk semua kelompok yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari jenis maupun durasi perlakuan terhadap kekerasan dentin. Disimpulkan bahwa nanospray CMC/ACP cangkang Achatina fulica dan minyak atsiri Zingiber officinale var. rubrum tidak efektif sebagai agen remineralisasi biomimetik untuk meningkatkan kekerasan dentin.
Dental demineralization is the loss of calcium and phosphate ions from dentin caused by acid exposure (pH<6>0.05 for all groups, indicating no significant effect of treatment type or duration on dentin hardness. It was concluded that CMC/ACP nanospray from Achatina fulica shell combined with Zingiber officinale var. rubrum essential oil was ineffective as a biomimetic remineralization agent to increase dentin hardness
Kata Kunci : CMC/ACP, Achatina fulica, Zingiber officinale var. rubrum, remineralisasi biomimetik, kekerasan dentin