Laporkan Masalah

Kesesuaian lahan untuk tanaman bawang merah di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Imam Saifudin, Drs. Tukidal Yuniantp, M.Sc.

2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian dengan subyek evaluasi lahan dilakukan di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bawang merah yang dihasilkan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ± 50% berasal dari Kabupaten Bantul dan untuk Kecamatan Sanden ± 65%, dengan produksi yang menunjukkan adanya fluktuasi hasil naik dan turun. Hal ini diperkirakan adanya lahan tidak sesuai untuk tanaman bawang merah, artinya lahan tidak sesuai untuk tanaman bawang merah yang pada akhirnya produktivitas tidak optimum dan mengalami turun-naik. Oleh karena itu dilakukan evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman bawang merah. Metode penelitian menggunakan metode survei, sedangkan penentuan titik sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan strata satuan lahan yang disusun dari tiga peta, yaitu peta bentuklahan, peta tanah dan peta penggunaan lahan. Tumpangsusun dilakukan menggunakan arc info/arc view 3.2. Daerah penelitian mempunyai 66 satuan lahan. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa setiap satuan lahan yang mempunyai satuan tanah yang sama mempunyai sifat fisik dan kimia tanah yang sama pula. Klasifikasi kesesuaian lahan yang digunakan mengacu yang dibuat Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat BPTP (Badan Pengembangan Teknologi Pertanian) Yogyakarta, tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan dengan kelas cukup sesuai (S2) adalah seluas 2145,22 ha atau sekitar 88,64%, dan tidak sesuai saat ini (N?) 274,97 ha sekitar 11,36 %. Daerah yang mempunyai kesesuaian lahan cukup sesuai tersebar pada daerah-daerah yang mempunyai bentuklahan dataran aluvial dan bentuklahan dataran banjir dengan seri tanah Asosiasi Cangkring Jragan, Konsosiasi Gokerten, Kompleks Tegalsempu Jragan, Asosiasi Cingunan, dan Kompleks Cangkring Tegalsempu, sedangkan daerah yang tidak sesuai saat ini terdapat pada bagian selatan yang mempunyai bentuklahan beting gisik tua, beting gisik muda dan gumuk pasir. Faktor-faktor pembatas lahan berupa temperatur (t), curah hujan (w), bahaya banjir (f), bahaya erosi (e), drainase (o), media perakaran (r)dan retensi hara (n). Faktor pembatas lahan utama yang menghambat berupa tekstur tanah dan kedalaman tanah efektif.

Research with land evaluation subject do at Sanden District, Bantul Regency of Yogyakarta Special Region. Red onion (Allium Ascolonicum) which product in Yogyakarta Special Region ± 50% from Bantul region and especially in Sanden District ± 65%. With product shows fluctuatif product up and down. This predict cause land not suitable for red onion and caused unoptimum productivity and variatif product. So do, land suitable evaluation to red union. This research methods use survey method and to choose sampling point used stratified random sampling to change with land unit strata which composed from three map are landform, soil map and land use map. Overlay used arc info/arcview 3.2 software. Research area has 66 land unit. To take soil sample used proposive sampling methods with considerate by land unit which land unit have same soil unit and have same physicaly caracteristic and soil chemistry. Land suitability classification used AIAT Yogyakarta, 2000. Result of reserch indicate that land unit with moderately suitable class (S2) was 2145, 22 ha in 88,64% and currently not suitable class (N?) was 274,97 ha (11,36%). Area which land suitability moderate distribute at alluvial landform and flood plain with soil series Cangkring Jragan Associatied, Gokerten Consosiasi, Tegalsempu Jragan Complex, Cingunan Associatied, and Cangkring Tegalsempu Complex while the currently not land suitability of south region has old beach ridges, young beach ridges and sanddune landform. Land limited factors are temperature (r), rainfall (w), flooding (f), erosion hazard (e), drainage (O), rooting medium (r) and nutrients retention (n). The main land limited factor that can pursuit are soil texture and the effective depth of soil.

Kata Kunci : Kesesuaian lahan,Tanaman Bawang Merah,Sanden,Bantul,DIY

  1. S1-2003-122335-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-122335-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-122335-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-122335-Title.pdf