Kesesuaian lahan untuk permukiman di Kecamatan Sentolo kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta
Harry Tria Adityawarman, Prof. Dr. Sutikno
2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini bertujuan mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk permukiman yang ada di Kecamatan Sentolo. Di samping itu memberikan alternatif arahan pengembangan lokasi permukiman berdasarkan satuan lahan dan tingkat kesesuaiannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Satuan pemetaannya adalah satuan lahan yang diperoleh dari hasil tumpangsusun antara peta bentuklahan, peta kemiringan lereng, dan peta penggunaan lahan. Satuan pemetaannya adalah satuan lahan dengan teknik pengambilan sampel area sampling. Data parameter kesesuaian lahan untuk permukiman yang diukur adalah kemiringan lereng/besar sudut lereng, ketersediaan air bersih, saluran pembuangan limbah, genangan/banjir, permeamilitas, daya dukung tanah, tingkat pelapukan, dan kembang kerut tanah. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan hasil pengharkatan terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian lahan untuk permukiman penduduk di daerah ini didominasi oleh kelas kesesuaian sesuai dengan luas 3.301 ha atau 62.6%, selebihnya pada kelas sangat sesuai dengan luas 1.964 ha atau 37.4%. Faktor yang pembatas kesesuaian lahan untuk permukiman di Kecamatan Sentolo ini adalah drainase terdapat pada satuan lahan V8 1 Sw, F1 1 Sw. Faktor lainnya berupa pelapukan terdapat pada satuan lahan S9 II Tgl, DI II Tgl, D7 II Pm, D7 II Tgl. Faktor pembatas lereng terdapat pada satuan lahan S9 III Pm, $9 III Tgl dan pembatas ketersedian air terdapat pada satuan lahan D1 II Pm. Alternatif pertama arah pengembangan lokasi permukiman baru di Kecamatan Sentolo ini dapat diarahkan ke kelurahan Demangrejo, Kaliagung dan Banguncipto dengan satuan lahan D7 II Tgl, V8 1 Sw, dan S9 II Tgl. Alternatif kedua dapat diarahkan ke kelurahan Salamrejo, Tuksono, dan Sukoreno dengan satuan lahan DI II Tgl, F1 I Sw.
The objective of this research is to know the land suitability for settlement on Sentolo District. Besides, it is to give a guideline to determine the location of settlement development based on land suitability. The research was conducted using survey methods and land unit as mapping unit. Land unit was formed by overlaying landform map, slope steepness map, and land use map. Parameters of land suitability data for settlement were collected from measurement at sample location. The samples were decided by area sampling. The parameters of land suitability were slope steepness, clean water supply, drain, inundation flood risk, permeability, soil capability, rate of rock weathering, soil swelling and shrinking. The land suitability class for settlement was determined from scoring result by parameters of land suitability. The research result show that land suitability for settlement at Sentolo District was determined by suitable class covering a total area of 3.301 ha (62.6%), the other class was very suitable class covering a total area of 1.964 ha (37.4) out of the whole Sentolo District. The main limit factor of land suitable for settlement is was drainage. It was seen on land unit with code V8 I Sw, F1 I Sw. The other factor is rock weathering was found on land unit with code S9 II Tgl, DI II Tgl, D7 II Pm, D7 II Tgl. The other factor is slope steepness was foun on land unit with code S9 III Pm, S9 III Tgl. The last limit factor is clean water supply was found on land unit with code D1 II Pm. The first priority for the settlement development can be located on Demangrejo village, Kaliagung village and Banguncipto village with land unit codes D7 II Tgl, V8 1 Sw, and S9 11 Tgl. The second priority can be located on Salamrejo village, Tuksono village, and Sukoreno village with land unit codes DI II Tgl, FI I Sw.
Kata Kunci : Kesesuaian lahan permukiman,Sentolo,Kulonprogo,DIY