Bullying pada remaja awal merupakan permasalahan signifikan yang dipengaruhi oleh faktor individual dan lingkungan. Empati dianggap sebagai faktor internal yang dapat menurunkan kecenderungan agresif, sedangkan dukungan sosial guru dipandang sebagai faktor eksternal yang dapat memperkuat regulasi sosial emosional siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh empati terhadap perilaku bullying serta menguji peran dukungan sosial guru sebagai moderator pada siswa SMP di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis moderasi pada 182 siswa SMPN Z Yogyakarta. Alat ukur meliputi skala empati, perilaku bullying, dan teacher support. Uji asumsi meliputi normalitas, heteroskedastisitas, linearitas, dan multikolinearitas, yang menunjukkan model layak dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku bullying (p = 0,483). Sebaliknya, dukungan sosial guru berpengaruh negatif dan signifikan terhadap bullying (Estimate = -0,2510; p < 0>bullying (p = 0,037), dengan efek signifikan terutama pada kondisi dukungan guru rendah. Analisis Johnson-Neyman menunjukkan titik potong pada -1,039 SD, yang berarti empati hanya berpengaruh ketika dukungan guru sangat rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial guru merupakan faktor protektif yang kuat dalam menekan perilaku bullying, serta dapat mengubah arah peranan dari empati terhadap perilaku bullying dari positif ke cenderung negatif. Implikasi penelitian menekankan pentingnya intervensi sekolah yang mengoptimalkan kualitas hubungan guru dan siswa untuk pencegahan bullying yang lebih efektif.
Bullying in early adolescence is a significant issue influenced by both individual and environmental factors. Empathy is considered an internal factor that may reduce aggressive tendencies, whereas teacher social support is viewed as an external factor that can strengthen students’ social–emotional regulation. This study aims to examine the effect of empathy on bullying behavior and to test the moderating role of teacher social support among junior high school students in Yogyakarta. A quantitative approach with moderation analysis was employed involving 182 students from SMPN Z Yogyakarta. The instruments included scales measuring empathy, bullying behavior, and teacher support. Assumption test normality, heteroscedasticity, linearity, and multicollinearity indicated that the model met the criteria for further analysis. The findings show that empathy does not significantly influence bullying behavior (p = 0.483). Conversely, teacher social support has a negative and significant effect on bullying (Estimate = -0.2510; p < 0 xss=removed>
Kata Kunci : bullying, empati, dukungan sosial, hubungan guru-siswa, remaja/ bullying, empathy, social support, teacher-student relationship, adolescence.