Peran Iklim Sekolah terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Guru dengan Kepemimpinan Diri sebagai Moderator
Arifonesa Pujana, Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog.
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Perubahan pesat dalam dunia pendidikan memunculkan tantangan yang menuntut guru untuk mampu beradaptasi secara inovatif dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk adaptasi tercermin dalam perilaku kerja inovatif, yaitu kemampuan guru dalam menghasilkan, mempromosikan, dan menerapkan ide-ide baru yang bermanfaat dalam konteks pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kepemimpinan diri sebagai variabel moderator dalam hubungan antara iklim sekolah terhadap perilaku kerja inovatif pada guru. Penelitian ini melibatkan 210 guru sekolah dasar negeri yang diukur menggunakan Skala Perilaku Kerja Inovatif, Revised School Level Environment Questionnaire (R-SLEQ), dan Skala Kepemimpinan Diri. Analisis menggunakan Generalized Linear Model (GLM), modul GAMLj3 Jamovi. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan diri berperan signifikan sebagai moderator yang melemahkan peran iklim sekolah terhadap perilaku kerja inovatif pada guru (? = -0,141; p = 0,013). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi personal guru, khususnya kepemimpinan diri, merupakan strategi penting dalam mendorong perilaku kerja inovatif, selain upaya menciptakan iklim sekolah yang kondusif.
Rapid changes in the educational landscape present challenges that require teachers to adapt innovatively in the teaching and learning process. One form of such adaptation is reflected in innovative work behavior, defined as teachers’ ability to generate, promote, and implement new ideas that are beneficial in their professional context. This study aimed to examine the role of self-leadership as a moderating variable in the relationship between school climate and teachers’ innovative work behavior. The study involved 210 public elementary school teachers assessed using the Innovative Work Behavior Scale, the Revised School Level Environment Questionnaire (R-SLEQ), and the Self-Leadership Scale. Data were analyzed using the Generalized Linear Model (GLM) through the GAMLj3 module in Jamovi. The results indicated that self-leadership significantly moderated the relationship by weakening the effect of school climate on innovative work behavior (? = ?0.141; p = 0.013). These findings highlight the importance of strengthening teachers’ personal competencies, particularly self-leadership, alongside efforts to create a supportive school climate.
Kata Kunci : perilaku kerja inovatif, iklim sekolah, kepemimpinan diri, guru