Pengaruh Penambahan Ion Kalsium pada Saliva Buatan terhadap Densitas Biofilm Ko-Kultur Streptococcus mutans dan Candida albicans
Auliya Husna, drg. Nunuk Purwanti, M.Kes., Ph.D; dr. Dyah Listyarifah, M.Sc., D.Med.Sci
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Karies gigi merupakan penyakit rongga mulut yang disebabkan oleh empat faktor, yaitu host, substrat, bakteri, dan waktu. Streptococcus mutans serta jamur Candida albicans merupakan dua mikroorganisme yang berperan dalam proses terjadinya karies. Selain itu, saliva juga berperan penting dalam terjadinya karies gigi. Hiposalivasi merupakan penurunan produksi saliva yang dapat memudahkan terjadinya karies. Salah satu upaya untuk mengatasi hiposalivasi adalah penggunaan saliva buatan. Kandungan kalsium dalam saliva buatan berperan pada proses remineralisasi gigi dalam mencegah terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ion kalsium pada saliva buatan terhadap densitas biofilm ko-kultur Streptococcus mutans dan Candida albicans.
Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratoris in vitro. Penelitian dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan total 24 sampel, yaitu kelompok kontrol negatif, penambahan ion kalsium 0,3 mmol/L, 0,6 mmol/L, dan 1,2 mmol/L. Setiap kelompok memperoleh saliva buatan dengan konsentrasi kalsium sesuai perlakuan. Biofilm ko-kultur diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37°C. Setelah inkubasi, biofilm diberi pewarna crystal violet 0,1% selama 15 menit, kemudian dibilas menggunakan PBS, dan dicuci dengan etanol 95%. Densitas biofilm selanjutnya diukur menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 540 nm. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur dan dilanjutkan uji post-hoc LSD.
Hasil analisis menggunakan ANAVA satu jalur menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p<0>Streptococcus mutans dan Candida albicans.
Dental caries is recognized as an oral disease caused by four main factors, namely the host, substrate, bacteria, and time. Streptococcus mutans and Candida albicans are identified as two microorganisms involved in the development of caries. Saliva is also considered to play an important role in the caries process. Hyposalivation, defined as a reduction in saliva production, is known to increase the susceptibility to caries. One approach used to manage hyposalivation is the administration of artificial saliva, in which the calcium content functions in the remineralization process to help prevent dental caries. This study was conducted to determine the effect of calcium ion supplementation in artificial saliva on the biofilm density of Streptococcus mutans and Candida albicans co-cultures.
The research was carried out using an in vitro laboratory experimental method. Four treatment groups with a total of 24 samples were assigned, consisting of a negative control group and groups supplemented with 0.3 mmol/L, 0.6 mmol/L, and 1.2 mmol/L calcium ions. Each group was provided with artificial saliva containing calcium concentrations corresponding to the assigned treatment. The co-culture biofilms were incubated for 48 hours at 37°C. After incubation, the biofilms were stained with 0.1% crystal violet for 15 minutes, rinsed with PBS, and washed with 95% ethanol. Biofilm density was then measured using a microplate reader at 540 nm. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by an LSD post-hoc test.
The results indicated that significant differences (p<0>Streptococcus mutans and Candida albicans co-cultures.
Kata Kunci : Ion kalsium, Biofilm, Saliva buatan, Streptococcus mutans, Candida albicans, Ko-Kultur