Laporkan Masalah

Frekuensi Dan Distribusi Batu Saluran Kemih Pada Anak Yang Dirawat Inap Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Alexander Matius, dr. M.P. Damanik, Sp.AK; dr. E. Suryadi, S.U

1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Batu saluran kemih adalah suatu keadaan timbulnya batu di dalam saluran kemih, baik di dalam ginjal, ureter, buli-buli (kandung kemih) maupun uretra. Batu saluran kemih merupakan penyakit vyang sSering terdapat pada orang dewasa tetapi relatif Jjarang terjadi pada anak. Di beberapa negara yang terletak di dalam daerah sabuk batu, termasuk Indonesia, batu saluran kemih masih bersifat endemik. Namun penelitian terhadap batu saluran kemih pada anak di Indonesia masih sangat sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian, gambaran klinis penyakit batu saluran kemih dan pola distribusinya di Bagian TIlmu Kesehatan Anak dan Bagian Bedah Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Data diperoleh dengan cara memeriksa catatan medik penderita batu saluran kemih selama kurun waktu © tahun (Januari 1993-Desember 1998) di bagian Rekam Medis RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Subyek penelitian adalah semua anak vyang terdiagnosis Batu Saluran Kemih (BSK). Ditemukan 9 penderita batu saluran kemih dari 11.167 anak yang dirawat inap selama kurun waktu tersebut, terdiri dari 3 penderita laki-laki dan 6 penderita perempuan. Umur penderita berkisar antara 2 tahun 6 bulan sampai 19 tahun. Diagnosis batu saluran kemih ditegakkan dengan pemeriksaan gejala klinis, laboratorium dan radiologik. Lokasi batu tersering terletak di buli-buli (33,33%) dengan gejalanya hematuria, kolik dan mnengejanden menetes sewaktu miksi. Hematuria dan kolik merupakan gejala klinis tersering yang didapatkan pada penelitian ini (44,44%) selain disuria (22,22%), mengejan dan menetes sewaktu miksi ( 11,11%)dan gejala lain yang tidak khas {22,22%) Terdapat 3 penderita batu saluran kemih yang disertai dengan infeksi saluran kemih. Dalam biakan kemihnya terdapat kuman-kuman E. coli, Pseudomonas, Klebsiella. Semua penderita dilakukan operasi untuk mengambil batunya dan hanya 3 kasus vyang dianalisa komposisi batunya. Hasil analisa batu yang dilakukan pada 2 kasus batu buli-buli menunjukkan komposisi batu yang sama yaitu mengandung kalsium oksalat, kalsium non-oksalat, amonium dan asam urat; sedangkan 1 kasus batu ginjal unilateral kanan menunjukkan komposisi batu yang mengandung kalsium non-oksalat, amonium, asam urat dan kolesterol. Sebagian Dbesar penderita pulang dengan keadaan sembuh atau membaik dan hanya satu orang yang meninggal akibat syok sepsis.

Kata Kunci : batu saluran kemih, anak

  1. S1-FKU-1999-AlexanderMatius-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1999-AlexanderMatius-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1999-AlexanderMatius-Title.pdf