Laporkan Masalah

Dampak Program Pengembangan Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan (Kimbun) terhadap pendapatan masyarakat penerima di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah :: Studi kasus di Kecamatan Kapuas Timur

EVANGELIS, Prof.Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya proporsi pendapatan yang diterima dengan adanya program terhadap pendapatan keluarga dengan membandingkan pendapatan petani sebelum dan sesudah adanya Program Pengembangan Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan (KIMBUN). Di samping itu penelitian ini juga untuk membedakan pendapatan total dari dua kelompoktani di Kecamatan Kapuas Timur yang menjadi sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah data sekunder dan data primer. Data primer diperoleh langsung dengan wawancara langsung dengan petani perkebunan yang menerima bantuan dari adanya program tersebut. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat keuntungan petani perkebunan adalah dengan mengunakan analisis pendapatan usahatani. Untuk mengetahui proporsi pendapatan setelah adanya program terhadap pendapatan keluarga digunakan analisis kontribusi. Selanjutnya untuk mengetahui adanya perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah adanya program digunakan uji beda dua rata-rata berpasangan atau t-test, dan untuk mengetahui adanya perbedaan antara pendapatan kelompoktani dilakukan dengan uji beda dua rata-rata atau t-test. Hasil analisis pendapatan diperoleh bahwa pendapatan rata-rata sebelum adanya Program Pengembangan Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan sebesar Rp2.704.297 per tahun dan pendapatan setelah adanya Program Pengembangan KimBun adalah Rp8.864.776 atau naik Rp6.164.763. Tambahan pendapatan diperoleh dari program (usahatani karet) sebesar Rp6.164.763 atau 0,69 kali terhadap pendapatan total dan 2,28 kali dibanding pendapatan sebelum adanya program. Kenaikan Pendapatan sebelum dibanding sesudah program adalah 3,28 kali. Hasil uji beda dua rata-rata berpasangan sebelum dan sesudah adanya program dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat bebas 49, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan yang dihasilkan oleh petani perkebunan sebelum dan sesudah adanya Program Pengembangan KimBun dengan nilai t-hit (75,341) yang lebih besar jika dibandingkan dengan t-tabel 2,021 signifikansi di bawah 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hasil analisis pendapatan rata-rata kelompok tani, masing-masing kelompok tani Sumber Makmur sebesar Rp8.837.395 dan kelompok tani Sumber Rejeki sebesar Rp8.892.156 per tahun. Hasil uji beda dua rata-rata dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat bebas 24, terlihat tidak ada perbedaan antara masing-masing pendapatan kelompok tani dengan nilai t-hit (0,326) yang lebih kecil dari t-tabel 2,064 dengan tingkat signifikansi di atas 0,05 yaitu sebesar 0,747.

The research aimed to find out the income proportion received because of the program to the family,s income by comparing the peasents incomers before and after the development program of the Industrial Area of the Plantation Society (IAPS). Moreover, this research was also to differ the total income of two peasants groups in Kapuas Timur Region. This research used the primary and secondary data. The primary data was from the interview with the peasents who received the fund from the program. The instrument used to find out the profit level of the peasants was the agriculture income analysis. The instrument to find out the income proportion after the program of family,s income was the contibution analysis, Then, the two means different testing of pairing samples or t-tes was used to find out the income difference bofore and after the program and to know the difference between the incomes of the peasants groups. The result of the income analysis were the average income before the development program of the Industrial Area of the plantation Society was Rp2,700,013 in a year and the income after IAPS was Rp8,864,776 or go up time Rp6,164,763 the family,s income. Additional of increase of earnings obtained from rubber farming Rp6,164,763 or 0.69 time to total income and 2.28 times compared to earnings before existence of program. Increase of Earnings before compared to after program is 3.28 times.. The results of the to means difference testing of pairing sample before and after the program with reability level 95% and the degree of freedom 49 showed that there was areal difference between the peasants incomes before and after IAPS and t-hit value (75.341) that was higher than t-table 2.021 significant under 0.05 that was 0.000. The results of the analysis of the peasants groups average income were Rp8,837,395 for Sumber Makmur and Rp8,892,156 for Sumber Rejeki in a year. Different test result two mean with reability level 95% and the degree of freedom 24 was not difference between each peasants group with t-hit (0.326) which was smaller than t-table 2.064 with the significant level above 0.05 that was 0.747.

Kata Kunci : Pendapatan Masyarakat,Pembangunan Kawasan Industri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.