Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Terjadinya Diare Pada Anak Balita di Unit Penyakit Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Jenggo Suwarko, dr. Teluk Sebodo, D.Med.Sc
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit diare sering terjadi terutama pada anak balita dan merupakan masalah kesehatan tersendiri. Angka kejadian dan angka kematian masih cukup tinggi di negara berkembang hal ini karena masih tingginya faktor-faktor risiko diare pada balita. Telah dilakukan penelitian retrospektif terhadap faktor- faktor risiko yang berhubungan erat dengan timbulnya kejadian diare pada anak balita yang dirawat inap di UPA RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Subyek penelitian diambil selama kurun waktu 1 tahun, yaitu mulai 1 .Januari 1992 sampai 31 Desember 1992. Diperoleh anak balita penderita diare sebanyak 150. Menurut usianya, golongan usia 8-23 bulan mernpunyai proporsi paling banyak, yaitu 66 (44%), disusul golongan usia 24-59 bulan sebanyak 34 (22,6%), kemudian golongan usia 4-7 bulan sebanyak 32 (21,3%), dan paling sedikit golongan usia 0-3 bulan sebanyak 18 (12%). Perbedaan proporsi antara golongan usia 8-23 bulan dengan golongan usia lainnya adalah bermakna (P<0,05), tetapi antara golongan usia 0-3 bulan dengan golongan usia 4-7 bulan tidak ada perbedaan proporsi yang bermakna (P>0,05). Menurut status gizinya, anak balita yang mempunyai status gizi jelek sebanyak 89 (59,3%), sisanya 61 (40,6%) mempunyai status gizi yang baik. Perbedaan proporsinya secara statistik juga bermakna (P<0,05). Menurut jenis kelaminnya anak balita laki- laki penderita diare mempunyai proporsi lebih banyak dari pada anak balita perempuan, yaitu 87 (58%) dibanding 63 (42%). Perbedaan proporsi ini secara statistik bermakna (P<0,05). Menurut status pendidikan ibunya, ternyata anak balita yang ibunya berpendidikan tinggi mempunyai proporsi lebih besar dari pada ibu yang berpendidikan rendah yaitu 90 (60%) dibanding 60 (40%). Namun secara statistik perbedaannya bermakna (P<0,05).
Kata Kunci : Penyakit diare, Anak balita, status gizi.