Perhitungan manfaat dan biaya perluasan 100 Ha komoditi kacang hijau di Kabupaten Sumbawa
SARJANA, Achmad, Dr. Masykur Wiratmo, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha pengembangan komoditi kacang hijau di Kabupaten Sumbawa dan melakukan analisis sensitivitas. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai masukan kepada petani, pengusaha yang merencanakan ataupun sementara melakukan investasi pada usaha budidaya kacang hijau, bagi pemerintah, dalam rangka nerumuskan kebijakan yang berkaitan dengan kacang hijau dalam hubungannya dengan peningkatan kesejahteraan petani khususnya dan meningkatkan pendapatan negara/daerah pada umumnya, dan pengembangan pengetahuan yang lebih memperkaya pustaka tentang komoditi kacang hijau. Penelitian ini mengambil fokus pada perhitungan manfaat dan biaya pengembangan komoditi kacang hijau dengan pembanding komoditi kacang kedelai di Kabupaten Sumbawa. Setiap aspek yang diteliti mulai dari aspek teknis, aspek pasar dan aspek keuangan serta aspek ekonomi akan menguraikan analisis kedua komoditi tersebut, sehingga pada akhirnya akan diperoleh kesimpulan, komoditi mana dari keduanya yang paling layak diusahakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam survei lapangan dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Kabupaten Sumbawa karena merupakan sentra pengembangan kacang hijau dan kacang kedelai di Nusa Tenggara Barat. Dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa ditetapkan 2 (dua) kecamatan sampel yang merupakan sentra produksi. Kesimpulan dari hasil analisis yang telah dilakukan untuk mengukur kelayakan dan kepekaan pada usaha pengembangan usahatani Kacang Hijau adalah : (1) dari aspek teknis, rencana pengembangan usahatani kacang hijau dinilai layak untuk dilaksanakan, (2) dari aspek pasar, komoditi kacang hijau di Kabupaten Sumbawa terdapat dua lembaga pemasaran (pedagang) yaitu di tingkat desa/kecamatan dan di tingkat kabupaten serta pedagang pengecer. Lembaga pemasaran mendapat margin paling besar adalah sebesar 46,48%. Lembaga pemasaran yang berhubungan langsung dengan konsumen (pedagang pengecer) hanya mendapat bagian 22,53%, (3) aspek ekonomi, usahatani kacang hijau meningkatkan nilai rendemen hasil panen (4) aspek keuangan : (a) Net Present Value (NPV) Kacang Hijau bernilai positif yakni sebesar Rp.360,724,109,- (b) Internal Rate Of Return (IRR) 29% per tahun atau tingkat bunga yang menghasilkan NPV sebesar nol, (c) Discounted Pay Back Period (DPP), hanya 24 bulan-1,28 hari, sehingga komoditi Kacang Hijau lebih layak untuk diusahakan. Oleh karena itu disarankan (1) dalam pelaksanaan kegiatan berusaha tani, sebaiknya pola multikultur, (2) kepada sektor Perbankan agar mengucurkan kredit suku bunga yang relatif rendah bagi pengembangan komoditi tanaman pangan.
This research aims to find out the feasibility level in an effort to develop the mung bean commodity in district of Sumbawa and to conduct the sensitivity analysis. The benefit of this research is as input for the farmer and for the entrepreneur who plans or invests in cultivation of the mung bean. In addition, it is as input for the government in frame of formulating the policy that is dealing with the mung bean for the increase of the farmer prosperity in particular, and for the increase of the regional/national income in general. The other benefit is to develop the knowledge making the literature on the mung bean commodity wider. The research focuses on calculation of benefit and cost in developing the mung bean commodity. The research uses the soybean in district of Sumbawa as a comparison. The aspects examined in this research are the technical aspect, marketing and financial aspects as well as the economical aspect. Each aspect will dealt with the analysis of the both commodities, so it eventually will be obtained the conclusion, which one of the both commodities that is most feasible to be cultivated. Data gathering technique used for sampling in field survey is purposive sampling, namely in district of Sumbawa, because Sumbawa is a development center of the mung bean, and soybean in west Nusa Tenggara. From 19 subdistricts existing in district of Sumbawa, it is determined the 2 sub-districts as samples that are the producing center. The conclusions of the analysis results completed to measure the feasibility and sensitivity in an effort to develop the farming of mung bean are (1) in technical aspect, the developmental plan of mung bean is feasible to be accomplished, (2) in aspect of market, in district of Sumbawa, it exists the two marketing institutions, namely the institution in village/sub-district level and in district level as well as retailer. The marketing institution earns the highest margin namely 46,48%. The marketing institution making contact directly with to the consumer (retailers) only earns 22,53% in portion, (3) in aspect of economic, the farming of the mung bean increases the contribution value of the crop, (4) Net Present Value (NPV) of the mung bean is positive in value namely Rp 360,724,109,- (b) internal rate of return (IRR) or interest rate that yields null in NPV is 29% per year, (c) Discounted Pay Back Period (DPP) is only 24 months- 1,28 days, so the mung bean commodity is more feasible to be cultivated. Therefore, it is suggested (1) in farming, it should use multi culture pattern, (2) the banking sector should give the credit with the lower interest rate for developing the commodity of the foodstuff plants.
Kata Kunci : Investasi,Komoditi Kacang Hijau,Kelayakan Usaha